kegiatan gue

kegiatan gue
From Mt. Sumbing With SR

Senin, 08 Januari 2024

Ingatan Hujan

Masih ingatkah kau akan sebuah momen. 
Masih ingatkah kau akan sebuah peristiwa. 

Seketika ku  teringat perkataan intermeso seorang guru di dalam kelas. Orang yang mudah geli itu sangat perasa.  Saat itu hampir semua orang mencoba menggelitik teman sebangkunya. Aku yang saat itu digelitik merasa geli, padahal tidak satupun orang yg menyentuh seketika berkata dalam hati meng"iya"kan perkataan guru beberapa detik yang lalu. 

Kenangan baik, buruk, manis, pahit, sedih, senang, bahagia, iri, benci, masih terekam walau tidak tau persis detail tanggal dan waktu. 

Sewaktu kecil cukup banyak momen yang sangat membekas. Cengengnya anak kecil, perkelahian pertama dengan teman kemudian ditanya kenapa badan biru-biru saat sedang mandi, membuat orang nangis dan merasa dijauhi, suka dan mengagumi orang dan mencari perhatiannya sambil berdiri diatas ayunan. Dan masih banyak lagi hal-hal yang masih teringat jelas lainnya. Sampai yang menurut saya yang hari ini merasa itu tidak penting tapi masih sangat jelas diingat. 

Apakah hal tersebut dikenang karena saya perasa? Mungkin iya mungkin tidak. Saya mengartikan sendiri perasa adalah saat kamu menggunakan semua indra mu, kemudian hal tersebut tersimpan secara tidak sengaja di penyimpanan jangka panjang di otak dan masih terbaca saat pemicunya diaktifkan. 

Satu hal yang mungkin banyak orang akan memutar segala ingatannya adalah pada saat turun hujan. Seketika akan teringat segala momen dibawah hujan. Bermain hujan saat masih kecil kemudian mandi air hangat setelahnya. Kehujanan saat berangkat atau pulang sekolah. Atau mengenang hal yang sudah berlalu di antara suara hujan. 

Entah kenapa sel neuron sangat aktif mentransmisikan ingatan ingatan saat turun hujan. Tidak banyak kenangan indah yang tersimpan sebenarnya. Hanya potongan potongan kehidupan yang saling berkaitan sehingga membentuk sebuah cerita. 

Ingatan audiovisual terekam dengan jelas bahwa diri ini selalu berada di posisi sebagai pengamat. Aku tersadar ternyata aku belum pernah menjadi pemeran utama di hidupku sendiri. Menjadi seorang support sebenarnya bagus juga. Hanya butuh effort lebih saat memutuskan untuk berperan sebagai pemeran utama. Namun karena terbiasa di posisi orang ketiga sebagai pengamat, rasanya saat baru mencoba menjadi peran utama, berat sekali saat meminta bantuan, mencari sebuah support. Karena butuh keikhlasan untuk membantu agar pekerjaan selesai dengan tuntas bukan karena tergesa gesa. 

Mungkin ini saatnya upgrade perangkat. Untuk menjalani kehidupan menjadi pemeran utama butuh banyak persiapan. Tingkatkan kembali  fisik, jiwa, raga, dan pikiran dengan keluaran paling mutakhir. Dengan memesan melalui doa-doa dan ikhtiar. Karena Pemiliknya adalah Dzat yang paling berkuasa dan berkehendak di seluruh alam semesta. Keputusan dan ketetapan-Nya mutlak. Jika iya tentu iya, Jika tidak tentu tidak. Tidak ada kompromi untuk keputusan akhirnya. 

Hingga pada akhirnya ada momen baru dihidupmu. 
Ada peristiwa baru di setiap harinya. 
Kamus sudah siap dengan perangkat terbaru. 
Untuk aku yang ingin menjadi pemeran utama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir, sematkan komentar jika berkenan. Have a nice day!