kegiatan gue

kegiatan gue
From Mt. Sumbing With SR

Rabu, 13 Desember 2023

Dear Dsmbr Dsbr

Kukira bisa, ternyata asa
Inginku mudah, nyatanya gundah
Tak biasa menjadi indah
Titik terendah tergesa-gesa

Sudah tau akhirnya untuk apa berusaha
Kamu hanya satu dari sekian manusia
Bukan apa apa berharap segalanya
Hingga jatuh ke perasaan yang sama

Pergi bukan jawaban, menetap pun tiada akhir
Untuk apa pergi nyatanya memang tidak pernah tiba
Untuk apa menetap bahkan semut pun tidak pernah singgah

Tuhan selalu memberikan arahan
Namun nalar dan Naluri tidak pernah beriringan
Pada akhirnya menyalahkan keadaan
Padahal hambanya yang selalu bertahan



Sabtu, 18 November 2023

Peralihan

Kau tau nyamannya kehangatan matahari pagi?
Setelah malam yang dingin di kesunyian penuh harap
Bersiap karena esok telah menanti kita
Atas apa yang datang dengan tiba-tiba

Awalnya optimis, karena itu hal yang pasti
Kau ragu, ku yakinkan
Kau tak tahu, ku coba cari
Kau sendiri, ku menemani
Itulah usaha yang bisa kulakukan saat itu

Kata orang semua harus selesai
Dari apa yang telah kita mulai
Tapi kurasa itu telah selesai sedari awal
Kau mencari, aku yang menghilang

Tidak mudah mencari kehangatan matahari pagi
Dia pergi seolah musim dingin mencoba menetap seharian
Hanya bayangan yang muncul dalam ingatan
Bahwa kehangatan mengembalikan semua senyuman

Kini sinarnya kembali datang
Namun jarak bukanlah halangan
Meski pertemuan hanya sementara
Hanya muncul seperempat hari
Rasanya seperti setengah babak pertandingan bola

Awan tebal kadang menghalangi 
Atau aku yang tak kunjung pergi
Malam itu kembali datang
Ditengah hujan, dikesunyian, penuh obrolan, ketidakpastian


Rabu, 01 November 2023

Kala Hujan Juga

Hari itu. Dunia masih ada. 
Teriakan tolong sudah dilepaskan. 
Lima ratus meter jaraknya. 
Dari tegakan gmelina hingga tempat pohon besar terbaring. 
Kini hanya tersisa lirihan. 
Tidak ada lagi secercah cahaya. 
Semua pandangan tertutup realita. 
Sudahlah, pada akhirnya itu semua hanya asa. 

-

Senin, 19 Juni 2023

Rara (2)


Sepintas bayangan lewat 
Ku selalu bergegas bangun
Berangkat dari rumah sepagi mungkin
Berusaha membuat momen srlalu terus berulang

Udara pagi selalu membuatku berpikir
Sungguh tenang dan damainya dunia
Bebas dari hiruk pikuk dan keruwetan
Yang dibuat oleh sebuah aturan

Awal hari ku selalu menunggu
Di atas sebuah bangunan tua
Memandang kebawah mencari cari
Sebuah Tosca
Cerah namun tidak menyakitkan

Suatu hari biru tua datang
Membawa kabar gembira
Bagai secercah cahaya pagi
Yang hangat namun menyejukkan

Biru tua mengubah segalanya
Semua warna perlahan kabur dari pandangan
Seolah olah berbicara, tujuanmu hanya satu, 
Yang lain abai, fokuslah kepadaku

Hari esok telah tiba
Semua warna indah ternyata ku kacaukan
Tercampur rata tak ada beda

Karena aku, karena aku
Semua hilang tak ada sisa
Ku tau, tetapi risau
Ku ingat, tetapi sengat

Rara (1)


Entah kenapa ini sangat mengganggu ku selama bertahun tahun lamanya. Memang marah itu wajar, tapi membicarakan hal yang tidak semestinya saat marah sungguh sangat mengganggu. 

Aku ikut marah, tapi tidak dengan marah marah. Karena aku tidak suka. Kadang aku menulis untuk mentransfer semua energi. Karena saat marah energi meledak ledak. 

Bukan aku pihak yg bertikai tapi aku berada didalam lingkaran ini. Ini yang membuatku ragu, tapi memang keluarga yg sangat berjasa untukku.

Emosiku seperti anak kelas 3 sd, atau mungkin lebih lama lagi. Mendengarkan tapi tidak tau apa yg dipersoalkan. Bedanya kini aku menjadi kearah tidak ingin tau karena tidak ada manfaatnya untukku. Tapi masih sayup sayup terdengar karena ku memakai earphone dengan suara full sambil bermain game. Karena saat mendengar pertikaian sungguh waswas aku mendengarnya. Selalu terlintas hal buruk yang dulu terjadi. Dewasa ini ada istilah  toxic relationship mungkin itu tepatnya. 

Disaat itulah terbesit dimana lagi tempat berlindung. Walau tidak terjadi setiap hari. Tapi tetap dampaknya berhari hari. Karena hal buruk selalu mudah saja diingat.