Inginku mudah, nyatanya gundah
Tak biasa menjadi indah
Titik terendah tergesa-gesa
Sudah tau akhirnya untuk apa berusaha
Kamu hanya satu dari sekian manusia
Bukan apa apa berharap segalanya
Hingga jatuh ke perasaan yang sama
Pergi bukan jawaban, menetap pun tiada akhir
Untuk apa pergi nyatanya memang tidak pernah tiba
Untuk apa menetap bahkan semut pun tidak pernah singgah
Tuhan selalu memberikan arahan
Namun nalar dan Naluri tidak pernah beriringan
Pada akhirnya menyalahkan keadaan
Padahal hambanya yang selalu bertahan