kegiatan gue
From Mt. Sumbing With SR
Selasa, 30 Januari 2024
Rusak
Kaleidoskop
Senin, 29 Januari 2024
Lupa
Napak Tilas
Jumat, 26 Januari 2024
Kineas
Mencari Sebuah Titik
Senin, 22 Januari 2024
Seseorang di Depan Gerbang
Seseorang di depan gerbang
Suatu hari di rabu sore
Membawa sebuah tinta hitam yang sudah habis
Berencana mengisi kembali dengan hitam yang lebih pekat
Seseorang di depan gerbang
Sengaja menunggu sedari pagi
Menunggu momen yang sebenarnya tak pasti
Namun kerap terjadi lebih dari sekali
Seseorang di depan gerbang
Mudah sekali berubah pikiran
Dia pikir sesuai rencana
Namun Pemilik rencana mempunyai rencana lain
Seseorang di depan gerbang
Ku kenal dari hari pertama
Dari seorang yang sedang bertamasya
Bertemu di persimpangan jalan
Namun tujuan kita berbeda
Seseorang di depan gerbang
Mencoba berpikir dengan logika
Di atas semua rasa
Ternyata logika diatas segalanya
Seseorang di depan gerbang
Membawa sebuah harapan
Bertemu di lantai tiga
Mencoba berpisah karena sebuah bisikan
Seseorang di depan gerbang
Sampai sekarang tetap di depan gerbang
Meneguk minuman isotonik
Lupa berterima kasih atas semua harapan
Seseorang di depan gerbang
Melihat langit berwarna tosca
Mengatakan terima kasih
Semoga tersampaikan walaupun satu dekade lamanya
Seseorang di depan gerbang
Akhirnya berjalan ditengah hari yang terang
Membawa sebuah barang
Yang saat ini sudah usang
Eskrim, Tumbler, dan New York.
Ku kira kamu pergi ternyata kembali.
Menunggu jemputan yang tak kunjung datang.
Kamu kembali saat ku mencari.
Pergi sebentar mencari sesuap nasi bersama kawan.
Di sudut pecinan kita berfoto bersama.
Sembari memakan eskrim yg diracik sendiri.
Terlihat segar dengan balutan rasa kelapa.
Ku tak suka manis.
Kamu memberi balutan condense milk.
Tiba-tiba aku tersadar ternyata sepatuku hilang.
Dari tadi berjalan hanya memakai sepatu sebelah kanan.
Serta menggendong ransel 60 liter.
Ku tersadar saat kamu berbincang
Terlihat akrab dengan wanita penjual es krim.
Tiba-tiba dia pergi duluan dengan terburu buru.
Tertinggal aku dan wanita penjual eskrim.
Diminta memilih antara pink dan hijau
Aku memilih warna pink.
Karena melihat tumbler yg dibawa wanita itu.
Berbentuk unik dan bertuliskan sesuatu.
Tiba-tiba dia memberikannya.
Dengan memberi pesan yang salah alamat.
Namun kuberikan pesan yang sebenarnya.
Sembari meminta bantuan, doakan agar berhasil.
Pesan terakhir dari wanita penjual eskrim.
Bawa tumbler ini kalian bertiga akan bertemu di New York.
Cukup aneh memang tapi ku iyakan.
Aku kembali ke sebuah hotel.
Dengan banyak pintu yg terkunci.
Disambut tangga melingkar membentuk domino.
Tak kusangka ranselku ternyata berat.
Berat setelah tumbler unik masuk ke ransel.
Dua lantai ku berhasil raih.
Hingga pada lantai terakhir seseorang meminta tolong.
Tergantung, antara jatuh atau selamat di anak tangga.
Hingga malam sudah berganti.
Tumbler pink dan New York menjadi misteri.
Diatas kapal feri kucoba berdiri memahami.
Arti sebuah toko eskrim di dekat Manhattan atau Brooklyn Bridge.
Jumat, 19 Januari 2024
Temaram
Rabu, 17 Januari 2024
Hujan Dalam Ingatan
Air hujan
Bersorak sorai jatuh kebumi
Suaranya terdengar padu
Ingatan larut didalamnya
Air hujan tanda kemesraan
Di bawahnya seseorang berjanji
Akan kembali dan tak kan pergi
Air hujan tanda kebahagiaan
Anak-anak gembira menyambut tiap tetesan
Air hujan tanda sengsara
Bagi manusia yang tak pernah tinggal
Hei! Aku memanggil dirimu
Bisakah kau mendengar ditengah gemericik hujan?
Aku tetap menunggu janjimu
Walau pasti kau lupa pernah berjanji
Hei! Lupakan saja wahai diri
Akan berlarut walaupun hujan air berganti salju
Sesuatu yang dilupakan takkan pernah diingat
Tertumpuk dengan berkas berkas ingatan baru
17/02/2020
Selasa, 16 Januari 2024
Diriku dan Bulan
Kesayangan
Minggu, 14 Januari 2024
Lelah
Sabtu, 13 Januari 2024
Menunggu
Jumat, 12 Januari 2024
Dialog 10 Menit
Bandung Aku Masih Rindu (Alysia Chandra Kartika)
Kamis, 11 Januari 2024
Angkot (09090832/090932)
Cerita Ngalor Ngidul
Rabu, 10 Januari 2024
Cerita Singkat Studytour SMA
Selasa, 09 Januari 2024
Roti dan Cheesecake
Kenapa
Pertanyaan
Namaku Abram Braja Astika
Sore itu, ditengah hujan yang lebat dan bergemuruh. Seorang wanita mengendarai mobil sembari menangis usai menghadiri sidang perceraian di masa hamil usia 28 minggu. Tangisnya sangat berat, namun ia mencoba kuat, mengingat posisinya saat itu memasuki trimester ketiga yang sejatinya butuh pendamping saat masa masa sulit. Namun apadaya, yang ia terima justru kebalikannya. Harus berjuang sendiri bersama calon buah hati.
Senin, 08 Januari 2024
Audiovisual
Sang Penjaga Istana
Ingatan Hujan
Sabtu, 06 Januari 2024
Dialog dalam Ruang
Kau Tahu, Kau Lihat, Kau Lupakan.
Cerita Hujan dan Bumi
Jumat, 05 Januari 2024
Sang Pengecut
Pengalaman Rasa
Perpisahan
Tanya Kata-Kata
Keikhlasan






