Hampir semua orang pernah merasakan pengalaman naik angkot. Begitu pula aku yang pada saat sekolah memanfaatkan fasilitas umum tersebut. Bagiku angkot adalah kendaraan yang eksotik. Mulai dari mengobrol, melamun, belajar, bercerita, tidur, makan, baca buku, menulis cerita, mendengarkan lagu dan masih banyak lagi kegiatan yang sudah ku lakukan di dalam angkot
Teringat beberapa moment yang menyenangkan saat itu. Mulai dari salah menyambung trayek angkot saat pertama kali masuk SMP. Karena saat itu membedakan angkot yg kunaiki punya nomor yang sama, hanya dibedakan warna list mobil yang saat itu ku tidak tau. Untungnya ku cepat sadar dan langsung turun. Dan melanjutkan dengan jalan kaki karena takut salah naik angkot lagi karena kebetulan sudah dekat juga.
Dari angkot juga ku belajar bagaimana mekanisme menyetir mobil. Jika kalian ingin belajar dengan murah dan mudah tinggal duduk di samping sopir dan melihat bagaimana dia menginjak gas, rem dan kopling. Memegang setir dan perseneling menjadi fokus yang lain. Meski hanya melihat dari situlah ku belajar menyetir paling lama.
Teringat pula moment saat akan tes masuk SMA. Di angkot ada sosok laki-laki paruh baya yang sudah lebih dulu naik, tiba bertanya akan pergi kemana. Ku jawab aku akan melaksanakan tes masuk SMA dan beliau mendoakan kesuksesan ku dimasa depan. Cukup berkesan di hati hingga masih teringat jelas di ingatan. Karena memang saat itu rasanya untuk masuk ke SMA itu lumayan sulit. Doa tersebut menjadi penyemangat dan rasa optimis meningkat. Terbukti aku bisa lolos masuk sekolah tersebut dan seingatku aku satu satunya murid laki-laki yang lolos. Disitu aku juga bisa membuktikan kepada kakak ku bahwa aku juga bisa masuk ke sekolah dia dulu. Aku ingat dulu motivasi ku masuk sma itu salah satunya agar bisa makan bakso malang di dekat SMA. Pada masa kakak aku sekolah disana, kerap kali dia bawa pulang bakso malang kerumah, aku gapernah minta tapi dia selalu saja bawa beberapa kali. Saat itu aku masih SD dan aku rasa belum banyak penjual bakso yang enak di masa itu, tidak seperti seperti sekarang dimana-mana ada. Tapi setelah aku sekolah disana rasanya bisa dihitung jari aku makan bakso malang di dekat situ, selain kenangannya berbeda aku lebih suka bawa bekal, kalau lagi malas masak atau telat berangkat, kadang cuma bawa nasi terus lauknya beli di kantin sekolah. Life hacks yang sangat berguna untuk menghemat pada saat itu. Karena semenyenangkan itu bawa bekal sendiri meski kebanyakan hanya bawa nasi putih dan pernah kena tegur guru fisika saat makan di kelas waktu jam belajar soalnya kelihatan di pantulan papan tulis kaca hahaha.
09090832
Kehidupan angkotku hanya bertahan sampai kelas 2 SMA semester ganjil. Karena kurasa waktu sangat terbuang percuma di jalan saat itu. Satu jam lebih menghabiskan waktu di jalan. Bahkan untuk menghemat waktu dan ongkos terkadang aku berjalan dari jambu dua sampai perempatan jalan baru hanya untuk menghindari ngetem dan putar balik yg saat itu sangat macet. Selain hanya 1 km jarak sambungan angkotnya, aku juga rasanya gamau rugi ngeluari ongkos walau cuma 2000, perhitungan banget kayanya aku waktu itu. Sebenarnya gak beda jauh waktunya dengan ngetem dan menunggu di angkot. Tapi aku sangat tidak suka menunggu ngetem angkot yang bisa 15 menit sendiri. Dan aku menikmati jalan-jalan soreku di masa-masa itu.090932 adalah mode jalan jalan soreku. Bahkan pernah disaat aku pingin banget jalan jauh mode gabut 0909 berjalan sejauh tiga km dari jambu dua sampai rumah dengan medan yang naik turun.
Satu hal lagi yg aku tidak suka dimasa itu saat naik angkot adalah saat momen akan berhenti, rasanya selalu degdegankarena momen turun angkot paling ribet apalagi kalau duduk paling belakang karena badanku yg cukup besar jadi pasti nyenggol kaki orang orang kalau mau turun. Buat aku spot yg paling bagus adalah di samping supir atau persis di belakang supir, meski spot terfavorit adalah kursi paling belakang karena banyak yg bisa di lihat karena kacanya paling luas.
Begitulah kisah angkot dan segala drama di dalamnya, entah sampai kapan akan terus bertahan di tengah perubahan zaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir, sematkan komentar jika berkenan. Have a nice day!