Hujan kemudian mengairi sawah dan ladang, gedung, rumah, jalanan dan perkantoran.
Penjual payung dan jas hujan pun senang
Bandrek di hari ini sungguh laris
Ojek payung berlalu lalang mencari pelanggan
Ucap syukur dari orang semua
"Huh kenapa hujan", ucap orang yang kebasahan.
"Bukuku basah, surat penting dan laptop ditas pun rusak, sial".
"Banjir! banjir!" Teriakan terdengar dari pengeras suara di kantor desa.
"Sial, rumahku terendam lagi, duh mobilku rusak terendam". "Pergilah yang jauh kau hujan, kau pembawa sial", ucap orang yang kebanjiran.
Hujan kemudian pergi, berkata pada Bumi, "sepertinya ku tak datang lagi, ucapkan salamku pada orang-orang ya, jika kembali mungkin akan lama sekali".
Dua tahun lamanya hujan tak berkunjung ke bumi. Penjual payung dan topi pun senang. Bandrek tak buka kembali hari ini.
Ojek payung tak terdengar namanya lagi.
"Sial, panasnya hari ini", ucap orang yang laptopnya rusak dulu.
"Air! Air! siapa yang mau beli?", terdengar pedagang air keliling datang.
"Duh apa lagi yang harus ku jual, tinggal tersisa rumah saja". "Mobil bekas kebanjiran pun sudah ku jual", ucap pengusaha jas hujan yang ternyata dulu kebanjiran. Ia yang mengatakan hujan pembawa sial. Ternyata dia lupa kekayaan sebelumnya didapatkan dari hujan.
"Hujan! Hujan!", panggil Bumi kepada Hujan.
"Diriku kekeringan, orang mulai mengumpat kepanasan, kapan kau akan kembali?"
Hujan tidak lama datang membawa air yang tertahan selama dua tahun lamanya.
"Apakah kau siap menghadapinya Bumi? ku tertahan dua tahun lamanya, kau siap dengar teriakan orang yang membenciku lagi? yang ternyata dia membenciku karena ulahnya sendiri", ucap Hujan kepada Bumi.
"Begitulah orang-orang Hujan, mereka bahkan merusak diriku ribuan tahun lamanya, hingga lupa jika suatu saat aku akan menelan mereka, biarkanlah mereka bernyanyi sepuasnya, kita hanya melaksanakan tugas mulia", jawab Bumi kepada Hujan
"Tapi jangan khawatir Hujan, pasti akan selalu ada yang senang akan hadirmu, baik itu sedang susah maupun senang. Jangan acuhkan orang yang membencimu. Karena dirimu tidak hadir untuk mereka, tapi dirimu hadir untuk orang-orang yang bersyukur. Turunlah kau dengan senang hati Hujan", seru Bumi kepada Hujan.
Hujan pun seketika turun dengan sangat lebat. Di bawah hujan orangpun kembali menari, hujan yang ditunggu akhirnya menghampiri. Ojek payung kini eksis kembali. Enaknya bandrek sangat terasa di hari ini!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir, sematkan komentar jika berkenan. Have a nice day!