Bersama kedua teman jalan
Berkeliling mencari istana
Agar bisa bermain di taman
Tiba kita di persimpangan
Panorama indah memanjakan mata
Sepakat kita tentukan tujuan
Nyalakan mesin hidupkan senjata
Di ujung jalan bingung melanda
Siapakah gerangan penjaga istana
Kutanya sana kutanya anda
Kemungkinan tempat beliau dimana
Petunjuk dapat ku bergegas pergi
Ternyata beliau sedang diladang
Mengambil rumput sedari pagi
Untuk kambing lapar di dalam kandang
Bergegas kitapun menghampiri
Memberi salam dan berkenalan
Sedikit cerita sambil berdiri
Tibalah saat menyampaikan tujuan
Kami hendak meminjam kunci
Untuk masuk mencari taman
Tempat ini indah dan masih suci
Jagalah selalu dan pastikan aman
Hai sang penjaga istana
Dirimu sungguh baik sekali
Bak keluarga jauh disana
Kita dijamu diantar dibekali
Banyak cerita beliau sampaikan
Dari dulu hingga masa kini
Respon positif yang disampaikan
Satu pesan yang harus diyakini
Jaga sikap, perilaku dan ucapan
Setahun sudah terlewati
Ku kembali ke Istana yang ku nanti
Ternyata penjajah menghampiri
Mengambil hati mengambil jati diri
Sungguh malang nasibmu sang penjaga kini
Atas peraturan yang mengesampingkan nurani
Kini taman tidak bisa dinikmati
Karena orang-orang yang tak punya hati
Istana yang dulu kau hormati
Kini kau lihat perlahan-lahan mati
Sang penjaga istana ayo kita pergi
Mari kita buat istana sendiri
Bertiga kita buat lagi
Sementara untuk menghibur diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir, sematkan komentar jika berkenan. Have a nice day!