kegiatan gue

kegiatan gue
From Mt. Sumbing With SR

Selasa, 05 November 2024

Melawan lupa

Yang sudah pergi belum tentu semangatnya mati
Ingatan sejatinya abadi di sanubari 
Namun dengki sudah menutup diri
Hingga ku anggap kalian musuh abadi

Kebahagiaan hanya sesaat
Jika kau tak syukur nikmat
Hati tak pandai melihat
Ikatan tak mampu mengikat

Hanya manusia sejati 
Yang bisa menenangkan hati
Karena perbuatan tulus tuk berbakti
Dan ucapan jujur dan berarti

Satu hal yang harus kau tahu
Hidup pasti akan berlalu
Tegakkan langkah dan bahu
Walau berat kepala serasa dipalu

Sabtu, 19 Oktober 2024

Poligon


Jika setiap sudut adalah kenangan,
Setiap sisi adalah perjalanan,
Setiap titik adalah persimpangan,
Dimanakah akhir dari kehidupan?

Kehidupan mungkin membentuk sebuah poligon.
Sebanyak apapun sudut yang dibentuk,
Sepanjang apapun sisi yang digaris,
Sebanyak apapun titik yang dibuat,
Di mana kita memulai, di situlah tempat kita berhenti.

Mengenang butuh jarak agar sudut terlihat jelas.
Memandang tajam tumpulnya kehidupan,
Semakin samar saat jauh perjalanan,
Namun tetap terasa saat ingatan menyentuh aras jiwa.

Saat lelah, beberapa kali ku berhenti,
Sekadar membuat tanda titik persimpangan,
Atau menjaga poligon yang lain.
Merefleksi, terkadang mawas diri,
Melihat pertanda poligon tertutup,
Namun tetap berdoa, sambil bertanya, apakah ini waktunya?

Marah,
Takut,
Khawatir,
Merenung,
Berdoa.

Saat takdir begitu jelas terlihat,
Kedekatanku seperti akan berakhir cepat.
Kekhawatiranku semakin menjadi-jadi,
Marahku mengingatkan tanda peduli,
Takutku akan sesuatu yang terjadi.
Merenung sejauh mana hubungan dibuat,
Berdoa agar selalu dalam lindungan.

Ikhtiar sudah dilakukan,
Impian sudah dibayangkan,
Semangat sudah ditularkan,
Tegar, ku sudah siap.
Jendela kubuka lebar,
Cahaya matahari pagi menyinari mata.
Bertanya kepada-Nya,
Apakah ini mentari pagi terakhir dalam hidupnya?
Polygon tertutup sempurna pagi ini, jawab-Nya

Hari berlalu, satu poligon tertutup sempurna.
Ku berjaga setiap malam di samping poligon yang tersisa.
Menengok, memastikan sisi masih tergaris.
Kekhawatiran tetaplah ada,
Namun saat kurasa akan baik-baik saja,
Pagi hari keesokannya, poligon kembali tertutup,
Padahal sebelumnya ku bertanya, maukah ku temani lagi esok malam?

Aku tahu betul rasanya sepi,
Aku tahu rasanya merenungi,
Terlebih malam terasa panjang saat sepi.
Saat itu, kepala terasa penuh,
Emosi terasa peluh.

Iya, jawabannya padaku saat itu.

Ikhtiar sudah dilakukan,
Impian sudah dibayangkan,
Semangat kebangun ulang,
Poligon yang tertutup kembali terulang.

Kucoba tegar, namun sempat buyar,
Kembali terasa dalam kedipan mata.
Tidak berjarak, dalam sentuhan,
Terlihat mimpi, namun nyata adanya.

Kusudah lalui semua.
Waktunya kembali pada poligon diri.
Jauh dan dekat, tidak ku ketahui,
Namun yang pasti, kucoba berjalan kembali.
Membentuk garis poligonku sendiri.

Rabu, 16 Oktober 2024

Tarian Perpisahan di Peron Kereta

Dibalutkan kain hijau
Dan untaian melati
Menari mengelilingi
Aku yang hanya bisa terbaring

Menutupi mata seolah olah tertidur
Mencoba membuka sebelah mata
Mengagumi sembari seolah tak terima
Dengan sebuah keputusan di secarik kertas

Di depan stasiun tua

Terlihat gedung putih

Dia menari dengan luwesnya
Kain panjang menyentuh lantai
Gemericik menyentuh lantai
Mengenai ujung kaki membuat ku bangun

Tiba-tiba tarian terhenti
Meninggalkan kayu berbentuk spiral
Dengan lekukan  di setiap ujungnya
Kemudian ku mencari kemana

Ku bergegas pergi

Mengisi energi membangunkan seseorang
Dengan balutan kain biru
Yang baru ku sadar
5 jam melindungiku
Dari derasnya hujan  di peron kereta
Melepaskan seluruh ingatan yang tersisa
Berubah menjadi guguran bunga yang beterbangan

Hilang


Mungkin rasa
Atau asa
Sudah biasa
Luka terbalut kasa

Sedang menepi
Meratapi
Unggunan mimpi
Terbakar api

Teringat sangat
Terdengar ingar
Terlihat pekat
Teraba, hilang tak tentu rimba

Untuk apa aku disini
Untuk siapa nyalanya api
Untuk bertanya kepada diri
Kapan hilang tajamnya belati

Kumengais diri
Tanpa arti
Karena melati
Layu tersengat matahari

Hingga kapan
Mungkin hilang 
Sebilangan Keraguan
Penuh bimbang


Sabtu, 12 Oktober 2024

Hujan Terakhir di Januari

Januari
Akankah berjumpa kembali
Tidak banyak yang berubah dariku
Dunia pun masih tetap sama

Memang banyak yang terjadi
Hilangnya satu persatu pelita
Habisnya bahan bakar
Pasang surutnya nestapa
Kalau diingat ingat
Seperti inilah alur ceritaku 
Sedari daun daun di pohon masih lengkap 
Hingga menyisakan aku sendiri di ujung ranting

Mengingat yang lalu memang tiada habisnya 
Tidak akan bisa diraih namun masih bisa dirasakan
Terkadang arus sungai tak terbendung
Tapi kehidupanku harus tetap berjalan

Yang kurasakan hal baik dan buruk akan selalu datang
Tidak mengenal kita siap atau tidak
Hal baiknya terlihat sedikit 
Namun sebenarnya sangat luas 
Namun seperti savana yang  tersembunyi di balik bukit

Dari banyak kepingan film terbuka
Memilih adalah hal yang tersulit 
Pertunjukan sudah dimulai hampir tiga dekade
Tanpa persiapan yang matang
Aku hanya bisa memutar film secara acak
Kadang aku senang, lebih banyak kecewa
Mungkin seleraku dalam memilih perlu diperbaiki
Kerap kali hampa saat kisah sedih diputar
Hanyut dalam post series depresion 

Januari kala itu sedang hujan
Tanpa angin tanpa kilatan petir
Namun deras membasahi kebun anyelir
Menunda mekarnya bunga bakung

Hujan kala itu ternyata bercerita 
Kekecewaan hanya akan mendatangkan kekecewaan yang baru
Diatas semua harapan semu aku kembali berharap
Nyatanya harapan itu tidak akan pernah terwujud 
Itulah cerita hujan yang coba iya sampaikan 

Saat ku terbangun sekarang
Derasnya hujan masih membasahi kulit
Hujan kesedihan ternyata sangat awet
Ada saja hal baru disetiap perputarannya

Hujan terakhir di Januari mengingatkanku kini
Mintalah kebaikan ditengah hujan
Agar air bisa memadamkan
Agar air bisa melegakan
Agar air tetap memberikan kehidupan
Agar air mata bisa merelakan





Rabu, 27 Maret 2024

Dilatasi Waktu

Di sebuah kota di pesisir jawa

Dirinya bergerak seakan menyapa

Setahun lamanya tidak bersua

Kembali dengan suka cita


Setelah beberapa saat lamanya

Bumi berguncang hebat

Kita terpaksa menunggu kabar 

Menghindari kekacauan diluar sana


Tubuh melemah tanda perlawanan

Ku hanya bisa menghibur semata

Berharap konflik mereda

Ku berbagi energi dengannya


Dilatasi waktu begitulah adanya

Ku melihat sesuatu yang jauh didisana

Berjarak 1350 ribu tahun cahaya

Mungkin anganku akan tercapai

Disaat waktu berhenti nanti




Senin, 12 Februari 2024

Lorong Tak Berujung

Sesak, 
Penuh desak
Serak, 
Tak bergerak
Isak, 
Angan rusak
Riak, 
Batu tercampak

Di lorong panjang
Berlalu lalang
Timbul dan tenggelam
Terjatuh hingga datangnya malam

Tidak pernah kata terucap
Meski sulit ikut bertamu
Perjalanan ku sudah tahu
Namun itu urusanmu

Di lorong panjang
Di atas ranjang
Seseorang terbaring 
Penuh harap pada daun kering

Sekali lagi dinding berbicara
Mengabarkan selesainya sebuah acara
Penuh hiburan penuh makna
Hingga sinar matahari sirna

Sabtu, 10 Februari 2024

Keresahan

Rencana mu gagal
Namun rencanaNya tidak
Mimpimu tertunda
Namun kehendakNya tidak
Kasih sayangmu terbatas 
Namun kasih sayangNya tidak

Anganmu sebatas lautan
Namun kuasaNya menembus alam semesta
Pintamu sebatas hari esok
Namun pemberianNya tiada akhir
Ingatanmu berkapasitas
Namun catatanNya mencakup seluruh entitas

Saat kamu jatuh silahkan bangkit lagi
Saat kamu sakit yakinlah kan pulih lagi
Saat kamu kecewa tunggulah skenario terbaik
Maka seluruh pertanyaan akan terjawab saat dirimu laik

Jumat, 09 Februari 2024

Cinta Tanpa Syarat

Cinta tanpa syarat
Adalah puncak tertinggi sebuah perasaan
Dimana memandang sesuatu
Bukan dari sebuah kriteria
Namun timbul karena sebuah pengharapan semata

Cinta tanpa syarat
Memang tidak mengenal logika di awal
Tapi semuanya butuh logika untuk merealisasikannya
Logika untuk memperoleh timbal balik yang setara

Cinta tanpa syarat
Adalah bukti penghambaan
Berhenti sejenak dalam garis waktu
Untuk berdialog dan berkeluh kesah
Adalah sebuah pintu gerbang 
Untuk menyampaikan sebuah pesan perasaan

Cinta tanpa syarat
Adalah bukti pengabdian
Dengan menyerahkan jiwa dan raga
Demi mempertahankan sebuah perasaan

Cinta tanpa syarat
Bukan isapan jempol belaka
Bukti seorang hamba mengabdi pada Tuannya
Bukti Ibu selalu sayang buah hatinya
Bukti pejuang selalu cinta tanah airnya

Bersamanya tentu ada patah hati
Datang beriringan dengan pemilik perasaan
Tidak perlu kecewa karena sejatinya 
Cinta tanpa syarat tidak peduli dengan patah hati
Namun akan marah ketika ketika yang dicintainya tersakiti

Sudah saatnya mendengar dalam ingatan
Untuk memperbaiki semua ikatan
Cinta tanpa syarat tidak mengenal keberangkatan
Namun kedatangannya selalu tanpa peringatan
Seringkali tidak sadar sudah melewati jembatan
Harus memanfaatkan semua kesempatan
Karena waktu terbatas hingga tubuh dan mulut penuh dengan ikatan

3/10/2022

Rabu, 07 Februari 2024

Anak Manusia

Hai kau anak manusia
Pernahkah kau berpikir untuk bicara?
Hai kau anak manusia
Pernahkah kau berpikir untuk merasa?
Hai kau anak manusia
Pernahkah kau berpikir kepada orang yang memikirkan dirimu?
Sungguh egois diri ini selalu menagih
Tapi apa salahnya? 
Ketika harapan selalu hilang dan timbul tanpa permisi
Anak manusia lah yg selalu mengambil harapan itu
Hingga pada akhirnya, sulit sekali membuat kembali
Harapan kunci kebahagiaan, untuk siapa anak manusia membuat harapan?

15/09/2020

Selasa, 06 Februari 2024

Tanya Bagaimana?

Bagaimana caranya untuk menyelesaikan semua masalah yang ada? 
Bagaimana cara untuk menyusunnya satu persatu? 
Bagaimana cara menentukan skala prioritas? 
Bagaimana cara untuk mengelola emosi diri? 
Bagaimana cara untuk memulai itu semua? 
Bagaimana cara mempertahankan sesuatu yang sudah dimiliki? 
Bagaimana cara menilai kemampuan diri sendiri?
Bagaimana cara meningkatkan suatu nilai? 
Bagaimana untuk tidak ragu dengan apa yang kamu punya? 
Bagaimana cara melawan arus sungai yang sangat deras ketika tidak bisa berenang? 
Arus sungai tidak untuk dilawan, tapi kamu bisa mengendalikan dirimu di arus deras disaat dirimu tenang dan disaat gerak serta pikiranmu sejalan. 
Apapun yang terjadi, kamu pasti bisa melakukan apapun selama kamu hadir untuk dirimu. 
Jadi jangan pernah lagi meninggalkan dirimu sendirian di tengah arus yang deras. Lagi. 

Minggu, 04 Februari 2024

Garis Waktu

Kita tidak akan pernah tahu. Dengan siapa dan untuk apa hidup kita akan dihabiskan. Hidup kita merupakan timeline, yang jika disusun sedemikian rupa ternyata sangat indah dirangkai oleh sang pencipta.

Kau tahu? kau dilahirkan didunia ini tidak sendiri.
Kau tahu? ada banyak manusia yang ingin "feeds" hidupnya cantik.
Hari ini ku belajar, kesetiaan membuahkan kenangan.
Kenangan memang hanya bisa dikenang dan takkan terulang.

Namun tahukah engkau, ada benang-benang yang saling terhubung antara kita sehingga kenangan akan menjadi sebuah rangkaian cerita yang dapat kau nikmati sendiri. Atau bersama dengan orang-orang yang engkau sayangi.

Untuk kamu yang ku tak tahu itu siapa, semoga kita saling mendoakan. Untuk kebaikan kita bersama, untuk kenangan yang akan kita terus ukir bersama. Terus bersama hingga sampai di tujuan akhir kita bersama.

2/6/2019

Sabtu, 03 Februari 2024

Pesan

Apa yang kita kerjakan 
sekecil apapun
akan selalu diperhitungkan

Konsep pembulatan 
tidak berlaku 
untuk aspek kehidupan

Dari seorang sahabat 
Suatu malam
aku diingatkan
untuk memulai
segala sesuatu
dengan bahagia
Tamparan keras bagiku
yang benar-benar lupa
caranya untuk bahagia

Padahal 
ada satu cara 
yang sangat simpel
yang bisa ku lakukan 
yaitu dengan tersenyum
Bukan tersenyum kepada orang lain
Tapi tersenyum untuk diri sendiri

Teringat di masa putih biru
Pernah mendapat tugas
presentasi resensi buku
dan yang ku bawakan
adalah sebuah buku
dengan judul the magic smile
Hingga guru pengajar saat itu
mengingatkan untuk tersenyum
dengan tersenyum
sesuai resensi buku
yang aku sampaikan

Setelah malam itu
berberapa kali 
aku mencoba tersenyum
sambil menghela nafas
Memang bukan senyum yang tulus
Tapi itu cukup menguatkan
atas perasaan 
yang diterima hati
Berita baik 
ataupun buruk
Bukan sebuah 
hal yang besar
Berdampak besar 
dikemudian hari

Tidak kusangka 
hari ini 
ku masih bertahan
Pernah siang terlihat gelap 
saat yang lalu
Pesan seorang guru fisika 
terus terekam
Untuk tidak menyerah 
dengan keadaan

Apa yang kita kerjakan
sekecil apapun
aka selalu diperhitungkan

Meski sebesar dzarrah, pesanNya


Kamis, 01 Februari 2024

Tergelincir

Ketika ku terjatuh 
Ternyata ku jatuh
Akhirnya tersadar 
Semua telah jauh

Bahagia pun sirna
Hilang dari pandangan
Hanya aku dan diriku
Sungguh sepi adanya

Secercah cahaya datang
Menerangi jurang
Tapi tetap ku tak sanggup
Menaiki celah dalam ini

Oh sungguh senangnya 
Masa masa lalu
Hingga kau lupa melompat

Oh sungguh senangnya
Masa masa itu
Hingga kau kenal namanya sepi

17/12/2020


Emosi Kelabu

Yang patah tumbuh yang hilang berganti
Itu katanya
Namun ternyata yang patah kan hancur lebur 
Yang hilang tak kan kembali.
Percaya, entah kepada siapa ku harus percaya
Di saat tembok yg kau bangun perlahan runtuh
Yang ternyata kau pikir sudah dibangun
Nyatanya kau hanya terbangun  dari mimpi
Hanya angan belaka.
Ini untuk diriku
Berhentilah jadi orang bodoh
Hati menjerit menahan
Dirimu tidak dilahirkan untuk bodoh
Tapi keadaan yang membuatmu hancur
Jangan percaya oleh perasaa
Karena perasaan hanya dibuat
Dari pikiran manusia yg tak kekal
bangunlah! 
Selama ini kau tidak membangun apa-apa
Kau hanya menggantung mimpi
Yang selanjutnya keadaanmu yg melebur
Melebur mimpi itu menjadi keterpurukan
23/11/2019

Waktu berlalu
Ternyata karakter dasar manusia tidak akan pernah berubah

Selasa, 30 Januari 2024

Rusak

Perlu jadi pejabat agar punya tempat
Perlu jadi pejabat agar respon cepat
Perlu jadi pejabat agar bisa dilihat
Perlu jadi pejabat agar jadi pejabat? 

Harus jatuh sampai sejauh mana wahai diri? 
Agar kau tau dunia ini luas
Kau tahu kan lubang ini terlalu sempit
Bahkan untuk melangkah saja tidak bisa
Kecilkan egomu agar kau bisa bergerak
Sudah terlalu lama bukan kau tidak mendengar suara suara
Bahkan semut jatuh pun kau tak dengar
Mau sampai kapan dli? semangat lah ya
Hari-hari berulang tanpa perubahan. 
Kau ingin tapi tak ingin? Kau mau tapi tak mau? Doamu besar tapi persembahan mu nol. 
Tolong pertemukan aku dengan seorang teman, teman berjuang

5/6/2020

Kaleidoskop

Seorang anak bermimpi untuk bisa berenang
Setiap minggunya ia pergi ke kolam renang terdekat untuk berlatih
Saat itu adalah momen dimana dirinya tidak sadar bahwa dia sedang membangun fondasi kehidupan dia ke depan
Di awal dekade ia mencoba berenang menolong temannya terpeleset di danau
Syukurnya hal itu tidak pernah terjadi
Karena sesulit itu menyelamatkan nyawa orang ketika tenggelam
Setengah dekade selanjutnya ia berharap melihat Cassiopeia atau menangkap layangan merah di langit timur saat terbenam 
Hal itu tidak pernah terjadi karena yang ia temui adalah keabadian di lembah Mandalawangi
Beberapa tahun kemudian ia bertemu dengan Soekarno-Hatta di Buah Batu
Untuk bertemu dengan orang-orang yang lebih siap melewati ujian
Dari situlah ia berjalan penuh keraguan
Pada akhirnya ia berlindung di shelter darurat selama beberapa tahun
Mengamati cara untuk bertahan hidup
Hingga yang ia raih adalah sebuah kegagalan
Karena lupa bahwa orion tidak beranjak dari ekliptika
Meskipun sudah bisa berenang untuk menyelamatkan kawannya yang terpeleset ke danau
Saat kamu mempelajari caranya di shelter darurat
Momen penyelamatan tidak pernah terjadi
Justru dialah yang sedang tergelincir di rasi bintang Orion
Saat menunggu kapal yang tidak pernah kunjung tiba
Ia mencoba muncul kembali ke permukaan setelah sekian lama tenggelam
Setidaknya beruntung ia belajar berenang sejak dini
Walaupun ia katakan dirinya tidak cocok dengan air atau lautan
Namun nyatanya ia bisa berenang walau setengah tenggelam
Sembari berpegangan pada papan kayu yang terapung
Terombang-ambing antara dua gelombang
Menuju sebuah daratan atau menjauh menunggu bantuan yang tidak akan pernah tiba

Senin, 29 Januari 2024

Lupa

Awan habis waktu bergerak, batu diam melihat. 
Air suara beriak, ingatan mengingat. 

Kapal berpindah haluan, berbeda tujuan. 
Nahkoda mengingatkan, juru mudi tak sejalan. Jangkar ditanam. 
Air surut, karam, laut pasang, tenggelam. 

Nyamuk lewat, ditepuk. 
Apa salahku, ujarnya sambil mengingat. 
Ingatnya, keliru ku tak ingat. 

Napak Tilas

Yang mati belum tentu semangatnya mati
Ingatan sejatinya abadi di sanubari 
Namun dengki sudah menutup diri
Hingga ku anggap kalian musuh abadi

Kebahagiaan hanya sesaat
Jika kau tak syukur nikmat
Hati tak pandai melihat
Ikatan tak mampu mengikat

Hanya manusia sejati 
Yang bisa menenangkan hati
Karena perbuatan tulus tuk berbakti
Dan ucapan jujur juga berarti

Satu hal yang harus kau tahu
Hidup pasti akan berlalu
Tetap tegakkan langkah selalu 
Walau genderang perang terus beradu

Jumat, 26 Januari 2024

Kineas

Setiap tujuan punya pemberhentian.
Setiap keinginan punya sebuah harapan.
Setiap tindakan punya pemikiran.
Setiap ingatan punya kenangan.
Setiap kegetiran punya perasaan.
Setiap insan punya pilihan.

Banda Neira penuh pertanyaan katanya.
Bandanaira penuh kebahagiaan rupanya.
Banda adalah bagian pita rekaman.
Disaat dirimu ingin menyerah dimasa itu.
Segulung pita itu datang mengikat. 
Menguatkan dirimu dikala sulit.
Meski akhirnya jalanmu tidak semulus anganmu.

Kini ikatan banda sudah kendur dimakan waktu.
Tertinggal jaman menunggu waktunya kusut.
Meski lusuh kini hanya bisa kuceritakan padaNya.
Berterimakasih atas skenario film terindah.
Akhir bahagia atau tidak masih sebuah tanda tanya.

Saat kamu membuka mata,
Saat kamu mendengar,
Saat kamu merasa,
Saat kamu berbicara, 
Saat kamu berjalan,
Dan saat kamu dalam keterbatasan,
Kamu sedang diperlihatkan film sepanjang masa,
Dengan dirimu sebagai pemeran utama.
Iya, dirimu adalah peran utama.

Tuhan adalah kineas film misteri terbaik .
Lengkap dengan penuh kisah kehidupan di dalamnya.
Akhir cerita pemeran utama rahasia milikNya.
Pemain peran hanya bisa mengadu dengan doa. 
Agar dipertemukan dengan kawan peran penuh kebaikan.
Dan dijaukan dari kegelapan dan kesunyian.
Karena pemutar rekaman butuh sumber cahaya,
Untuk memutar sebuah pita rekaman.
Seperti saat kita menonton film favorit di bioskop,
Atau saat cahaya hadir menyinari berkali-kali.
Memutar kembali pita rekaman yang sempat kusut. 
Meski masih kusut aku menikmati pertunjukan ini.
Diakhir simpuh kembali lagi aku berdoa,
Semoga Engkau selalu memberi lindungan kepada cahaya.
Agar apa yang dilaluinya adalah rekaman-rekaman terbaik.
Agar yang tergambar di layar kehidupan adalah kisah terbaik.

Mencari Sebuah Titik

Saat kamu memikirkan sesuatu yang tidak mungkin
Saat apa yang terbayang hanya sebuah ilusi
Beradu dengan logika dilain sisi
Saling beradu argumen dengan hingga tersisa hal yang pasti
Intuisi selalu berkata iya
Tanggapan diri selalu berbicara mengapa
Kandas tinggal menunggu waktu
Entah kapan tibanya pun tidak tau

Berhentilah merendah diri
Aku tau kamu hancur oleh ekspektasi sendiri
Mulailah rangkul hidupmu kemari
Menepuk pundak dikala lelah
Hingga mengadu kepada Illah
Mungkin ini peringatan ketika salah
Berhenti berkilah saat dirimu sedang lelah


Senin, 22 Januari 2024

Seseorang di Depan Gerbang

Seseorang di depan gerbang

Suatu hari di rabu sore

Membawa sebuah tinta hitam yang sudah habis

Berencana mengisi kembali dengan hitam yang lebih pekat


Seseorang di depan gerbang

Sengaja menunggu sedari pagi

Menunggu momen yang sebenarnya tak pasti

Namun kerap terjadi lebih dari sekali


Seseorang di depan gerbang 

Mudah sekali berubah pikiran

Dia pikir sesuai rencana

Namun Pemilik rencana mempunyai rencana lain


Seseorang di depan gerbang

Ku kenal dari hari pertama

Dari seorang yang sedang bertamasya

Bertemu di persimpangan jalan

Namun tujuan kita berbeda


Seseorang di depan gerbang

Mencoba berpikir dengan logika

Di atas semua rasa

Ternyata logika diatas segalanya


Seseorang di depan gerbang

Membawa sebuah harapan

Bertemu di lantai tiga

Mencoba berpisah karena sebuah bisikan


Seseorang di depan gerbang 

Sampai sekarang tetap di depan gerbang

Meneguk minuman isotonik

Lupa berterima kasih atas semua harapan


Seseorang di depan gerbang

Melihat langit berwarna tosca

Mengatakan terima kasih

Semoga tersampaikan walaupun satu dekade lamanya


Seseorang di depan gerbang

Akhirnya berjalan ditengah hari yang terang

Membawa sebuah barang

Yang saat ini sudah usang

Eskrim, Tumbler, dan New York.

Ku kira kamu pergi ternyata kembali. 

Menunggu jemputan yang tak kunjung datang. 

Kamu kembali saat ku mencari. 

Pergi sebentar mencari sesuap nasi bersama kawan. 

Di sudut pecinan kita berfoto bersama. 

Sembari memakan eskrim yg diracik sendiri.

Terlihat segar dengan balutan rasa kelapa. 

Ku tak suka manis.

Kamu memberi balutan condense milk. 

Tiba-tiba aku tersadar ternyata sepatuku hilang.

Dari tadi berjalan hanya memakai sepatu sebelah kanan.

Serta menggendong ransel 60 liter. 

Ku tersadar saat kamu berbincang

Terlihat akrab dengan wanita penjual es krim.

Tiba-tiba dia pergi duluan dengan terburu buru.

Tertinggal aku dan wanita penjual eskrim. 

Diminta memilih antara pink dan hijau

Aku memilih warna pink. 

Karena melihat tumbler yg dibawa wanita itu.

Berbentuk unik dan bertuliskan sesuatu.

Tiba-tiba dia memberikannya. 

Dengan memberi pesan yang salah alamat. 

Namun kuberikan pesan yang sebenarnya.

Sembari meminta bantuan, doakan agar berhasil. 

Pesan terakhir dari wanita penjual eskrim. 

Bawa tumbler ini kalian bertiga akan bertemu di New York.

Cukup aneh memang tapi ku iyakan. 

Aku kembali ke sebuah hotel. 

Dengan banyak pintu yg terkunci.

Disambut tangga melingkar membentuk domino.

Tak kusangka ranselku ternyata berat. 

Berat setelah tumbler unik masuk ke ransel. 

Dua lantai ku berhasil raih. 

Hingga pada lantai terakhir seseorang meminta tolong. 

Tergantung, antara jatuh atau selamat di anak tangga. 

Hingga malam sudah berganti. 

Tumbler pink dan New York menjadi misteri. 

Diatas kapal feri kucoba berdiri memahami. 

Arti sebuah toko eskrim di dekat Manhattan atau Brooklyn Bridge. 

Jumat, 19 Januari 2024

Temaram

Berawal dari hujan deras
Langit mereda semua bahagia
Cahaya mencoba masuk
Langit menjadi temaram
Rintih air turun perlahan
Burung biru kembali berkicau bersahutan
Angan angan mulai terbayang
Tarikan nafas panjang ikut menenangkan

Garis waktu mencoba mengingatkan
Momen dimana hal itu terjadi
Akan ada pelangi di ufuk barat
Atau kenangan yang ikut terangkat
Terkadang canda dan tawa mengiringi perjalanan
Kadang kala kita hanya berdiam
Tidak melakukan apapun
Hanya berbincang hingga waktu berlalu
Menikmati sisa-sisa tangisan langit

Di waktu temaram diriku berkata
Ya Tuhan keindahanMu adalah anganku
Maka sertailah hari-hariku bersamaMu
Agar aku selalu mengingatMu 
Tidak lebih akan ingatanku terhadap orang lain

Seketika memori dalam ingatan terbuka
Momen dimana kenangan terekam kembali
Hal yang sudah lalu menjadi rindu

Memori ada masanya, begitu pun kita
Mungkin kini hanya bisa menoleh kebelakang
Karena hal yang nyata ada di depan
Begitulah waktu temaram
Kabarnya angan kita akan sampai ke langit
Disaat itu aku berharap kebaikan kita bersama

Rabu, 17 Januari 2024

Hujan Dalam Ingatan

Air hujan

Bersorak sorai jatuh kebumi

Suaranya terdengar padu

Ingatan larut didalamnya

Air hujan tanda kemesraan

Di bawahnya seseorang berjanji

Akan kembali dan tak kan pergi

Air hujan tanda kebahagiaan

Anak-anak gembira menyambut tiap tetesan

Air hujan tanda sengsara

Bagi manusia yang tak pernah tinggal

Hei! Aku memanggil dirimu

Bisakah kau mendengar ditengah gemericik hujan? 

Aku tetap menunggu janjimu

Walau pasti kau lupa pernah berjanji

Hei! Lupakan saja wahai diri

Akan berlarut walaupun hujan air berganti salju

Sesuatu yang dilupakan takkan pernah diingat

Tertumpuk dengan berkas berkas ingatan baru

17/02/2020

Selasa, 16 Januari 2024

Diriku dan Bulan

Harapan apa yg kau inginkan bulan
Begitu indahnya dirimu ditengah kegelapan malam
Ditemani semilir angin dan nyanyian jangkrik
Pertanda begitu cerahnya kau malam ini

Tak kusadari kuatmu hempaskan samudra
Membuat diriku susah lupa
Akan cantik dan eloknya parasmu
Ketika kau sedang ceria

Namun bulan tetaplah bulan
Kita hanya berdampingan tak pernah satu
Wujudmu tak sebesar harapanku
Untuk melintasi seluruh bimasakti

Harapku
Haik baik sajalah dirimu
Bertahun tahun berlalu
Semoga kau ceria selalu

1/9/2020

Kesayangan

Perasaan itu bukan saat pertama kali bertemu
Jujur pandangan pertamaku bukan kamu 
Di sebuah toko manusia utara pertama kita bertemu
Di masa pencarian itu ternyata awal dari segalanya

Kau sederhana seperti yang lain
Tapi kau memang spesial 
Hatiku yang memilihmu saat itu
Sayangnya di hari-hari itu 
Hadirmu tidak seperti yang kuharapkan
Meskipun kau kembali menemaniku di saat pulang

Aku mencoba mengenalmu di lain hari
Bertemu setiap hari memang memberi arti tersendiri
Belum menjadi pemenang tapi memang hadirmu menjadi pembeda dikala itu
Terlebih kedekatan kita semakin erat ketika hujan tiba

Pada akhirnya setiap perjalananku kau selalu mendampingi
Meski kadang tergantikan dengan yang lain
Tapi kehadiranmu memberikan kehangatan tersendiri
Ku sempat kehilanganmu tapi takdir mempertemukan kita kembali. 
Hingga 2019 menjadi perjalanan kita yang terakhir

Kini kita sama sama beristirahat sejenak
Kamu rusak akupun rusak
Perjalanan panjang masih menunggu
Aku harap kita punya waktu di lain hari
Bercanda gurau, bermain bersama atau sekedar menghabiskan energen di sore hari

Kini kau menjadi kesayanganku
Meski takdir belum berganti
Kau masih tetap kesayanganku
Kapan kita berbicara lagi ketika hujan 
Aku yakin kita sama sama merindukan momen itu
Semoga istirahat kita selesai dalam waktu dekat

Jaket Lusuh Kesayangan. 

Pertemuan kita memang berawal di toko northman saat itu. Awal beli itu niatnya buat PDSR dalam hati kayanya perlu nih beli jaket gunung soalnya pas camping ke Sukamantri pertama kali sama Caang 26 (Calon Anggota) +Anwar, Laras + Bagas, Kang Sobur, Teh Wisda, Kang Jaing +lupa siapa lagi waktu itu pake jaket katun rajut Oranye dan basah kuyup pas kena hujan malem malem. Inget banget disitu di tenda Rei merah aku tidur di teras tenda sedangkan diluar hujan deras dan banjir. Camping pertama kali seumur hidup. Menyenangkan sekaligus menyedihkan kalau diingat. Karena masih polos belum kenal bagaimana merencanakan suatu perjalanan dengan menyenangkan, baik dan minum resiko. 

Saat PDSR 26 tiba kita sudah bersama tapi ternyata kegiatan tidak mendukung untuk bersama 🤣. Tapi setidaknya kita pulang bareng, menutupi bau badan di angkot setelah melepas lelah di depan Smanti sambil nunggu mood pulang karena badan pegel pegel. Untuk menutupi kekesalan itu pada akhirnya kamu selalu ku bawa setelah itu, kebetulan bulan Januari bulan hujan dan saat itu kondisinya masih prima dan tentunya waterproof meski gak badai proof wkwkwk. 

Waktu naik ke pangrango pertama kali aku memilih gak bawa dia dengan alasan kayanya mending pake mantel sekalian deh biar ringan. Ternyata pilih aku salah saat itu, terlebih pake mantel sepanjang perjalanan awal pendakian adalah keputusan terburuk yang aku lakukan saat itu padahal hari gak hujan alhasil keringetan sebadan di 1/4 berjalan dari gerbang cibodas sampai batu kukus. Hasil keringetan badan kehabisan cairan berlebih, keram sepanjang batu kukus dan kehilangan motivasi di awal pendakian pertama. Selain faktor kurang olahraga dan belum pandai menata kerir. Tapi kurasa itu masih alasan terbesar kenapa keram otot sepanjang pendakian pertama, soalnya pas turun lepas mantle+kerir rapih(meski gak rapih-rapih amat) gaada keram keram pas turun. Cuma tangan pegel aja ganti gantian bawa tenda yang pas turun malah di tenteng bukannya dimasukin ke kerir. Kesalahan baru lagi yang kita dapatkan di pendakian pertama. 

Aku berkesempatan bawa dia di pangrango berikutnya, waktu liburan naik kelas XI, waktu pendakiannya anak 27 gantiin teh Aisyah nemenin Andry dan yang terakhir 2019 gantiin temennya Iren anak Fapet. Paling berkesan sih waktu sama 27. 

Saat itu pendakian musim hujan seperti pendakian pertama, malemnya seingetku sih nyusul naik elf kearah cibodas terus nginep di Green Ranger dulu tuh disebelah rumahnya tantenya Andry. Anak anak 27 udah nyampe entah dari sore atau siang gitu jadi pas aku dateng udah pada istirahat gitu. Agar tidak mengulang kesalahan yang sama malam itu kuhabiskan untuk packing ulang kerir, soalnya udah berantakan gajelas pas dibawa naik elf cibodas dan gamau kerir gak seimbang jadi alasan pas jalan besok pagi. Dan ternyata kendala di pendakian pertama teratasi, jaket dipakai seperlunya saat jalan. Pas summit lusanya baru full kita bermain-main. Entah kenapa saat itu di mandalawangi berkabut sedikit berangin, mungkin beberapa embun jadi es. Anehnya di momen itu aku gak merasa kedinginan sama sekali dibalik jaket ini. Ngerasa dingin pun nggak, tapi beku juga sih pas ambil wudhu di mata air mandalawangi  yang lain pun sama jadi beku pas kena air. 
Tapi setelah itu justru hangat lagi, mungkin  jaketnya gamau mengecewakan di perjalanan gunung kita yang pertama. Dan memang, hangatnya momen itu masih terbayang aja, ditengah angin dan kabur mandalawangi. 

Setelah itu dia masih menemani hari hariku. Menghabiskan waktu olahraga setiap jam 3 sore sampai maghrib di GOR pajajaran kelas bimbingan fisik Pak Ali Korem. Hadir tiap diklatsar kampus selama 13 minggu. Dan kegiatan kegiatan lainnya sampai lusuh dan akhirnya lupa kenapa bisa nyangkut dirumah Shofi mana jarang ketemu jadi susah ngambilnya. 

Pada akhirnya kita bertemu kembali di pendakian terakhir bareng temennya Iren. Melepas rindu setelah sekian lama nyangkut dirumahnya Shofi akhirnya kupake aja waktu itu soalnya prepare ngedadak banget yang awalnya cuma mau bantuin nyiapin barang eh ujungnya ikut juga diajakin h-1. Kebetulan juga jaket itu lagi ada di bivak, setelah nyiapin beberapa barang sambil menunggu hujan saat itu, akhirnya barangnya di bawa si Iren balik ke kosan dan aku balik ke rumah buat ambil baju soalnya stock baju abis. 
Pendakian pangrango saat itu sebenarnya minimalis, tenda kuning dengan frame alloy pertama yg kupunya (yang sekarang entah dimana), ransel 20 liter dan baju sepasang serta jacket kesayangan, dan juga tentunya botol tupperware,  p3k standar dan GPS gak lupa dibawa. Gak inget gimana ceritanya jadi pas pulang aku malah tandem belakang kerir depan ransel 🤣. Waktu summit dan turun kita terus bersama, sempat sempat juga misah rombongan.  Jadi teringat rasanya feeling untuk istirahat panjang mulai terasa kuat saat itu. Meskipun begitu perjalanan singkat yang menyenangkan juga saat itu. 

11 tahun tidak terasa sejak pertemuan pertama kita. 
Kamu sudah cukup lama istirahat di hanger. Sudah waktunya kita cari lagi momen yang tepat. 
Aku yakin kamu bosan, akupun bosan. 
Selagi kamu menunggu. 
Aku berharap semoga semua urusanku selesai. Dan aku harap ada perjalanan-perjalanan baru untuk kita, sampai kamu atau aku yang memutuskan untuk istirahat. 


Minggu, 14 Januari 2024

Lelah

Lelah. 
Dengan aku yg selalu ingin menyerah

Lelah. 
Ingatlah selalu janjimu dengan Pencipta
Jadikan lelah alarm pengingat
Waktumu untuk bersandar denganNya

Lelah. 
Apapun yang terjadi saat ini
Perasaan susah, senang, bahagia, sedih, kecewa, bahkan patah hati
Adalah skenarioNya yang dibuat untukmu

Lelah. 
Bersyukurlah selalu disetiap lelah
Beristirahatlah sejenak disaat lelah
Sehingga lelah kemudian pergi dengan perlahan

Ingatlah kamu itu manusia
Lelah adalah titik pertemuan 
Antara pencapaian atau kegagalan 
Sebuah anugrah untuk bisa merasakan lelah
Lelah adalah pertanda kamu masih hidup
Lelah adalah arti perjuangan
Tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan adalah hal biasa
Saat kamu lelah bersandarlah kembali denganNya
Kembali memohon asa kepada yang Maha Kuasa

Lelah. 
Diatas harapan dan doa aku melepas lelah

Sabtu, 13 Januari 2024

Menunggu

Menunggu di pagi hari adalah hal yang menyebalkan. 
Waktu terbuang sia-sia sedangkan kita bisa melakukan sesuatu yang lain. 
Entah sarapan pagi, jogging atau lari pagi hingga menghabiskan secangkir kopi ditemani sepotong biskuit. 

Hal bodoh yang pernah ku lakukan saat adalah menunggu selama 3 jam saat akan mengajar suatu kegiatan beladiri. Berharap orang orang datang saat itu adalah sebuah kesalahan. Rasa kangen karena sudah tidak latihan selama beberapa bulan menjadikanku setia menunggu selama 3 jam. Hal yang ditunggu tidak kunjung hadir pada akhirnya kekecewaan dan itulah hari terakhirku untuk kegiatan tersebut. 

Menunggu adalah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Menunggu datangnya kepastian datangnya hujan. Menunggu datangnya saudara jauh yang akan datang, kerabat, sahabat hingga keluarga dekat.

Menunggu sebenarnya hal yang selalu dilakukan semua orang. Menunggu datangnya bis kota, datangnya kereta terakhir, hingga keberangkatan pesawat. 

Begitulah kisah menunggu. Dari aku yang selalu menunggu hal yang tidak pernah pasti. Karena kesalahan ku sendiri. 

Jumat, 12 Januari 2024

Dialog 10 Menit

10 menit berlalu
Apapun hasilnya
Kamu sudah berusaha
Biarkanlah angin yang membawa pesan
Kamu sendiri harus tetap semangat
Konsisten itu memang membosankan
Bisikan bisikan mulai menghantui kembali
Tapi kamu punya bekal sekarang
Berbeda dengan sebelumnya

10 menit berlalu
Pasrah, berserah itu sikap
Perbuatan adalah usaha
Meski besok kamu belum tentu ada
Tapi setidaknya kamu
Harus pastikan langkah kananmu
Ada untuk hari esok
Karena langkah kiriku hari ini
Untuk mencapai esok adalah kuasaNya

10 menit berlalu 
Catatan kubuka kembali
Ingatkan selalu janji
Janjimu tidak akan lagi 
Kecewakan dirimu untuk kesekian kali
Tutup mata sejenak
Hembuskan nafas penuh beban
Buka kembali saat sudah tenang
Lakukan lagi saat kamu ragu
Jangan pernah berhenti
Bayanganmu saja selalu sabar
Kemanapun kamu melangkah
Dia tidak akan pernah mengeluh

10 menit berlalu 
Semoga doa dan harapan baikmu 
Selalu mengiringi dalam 
10 menit berikutnya yang akan datang 

10 memit berlalu
Teruskan perbincanganmu
Sampai kamu tidak tersadar
10 menit kuhabiskan untuk berdialog


Bandung Aku Masih Rindu (Alysia Chandra Kartika)

Ini Ruly. Usianya 19 tahun. Hanya lulusan SMP, dropout ketika SMK karena persoalan biaya. Bapaknya penjual kacang keliling yang telah menikah sebanyak 4x. Ruly sendiri anak dari istri ketiga, Ibunya meninggal ketika ia berusia 1 tahun. Kini, ia hidup bersama neneknya yang sudah sangat renta.

Kamis kemarin ia datang ke rumah, Ibuk yang menerimanya. Ruly menawarkan jasa cek kesehatan cukup 50 ribu rupiah. Katanya tekanan darah, kolestrol, kencing manis dan segala penyakit lain akan diketauhi dengan "alat sakti Ruly". Sehari ia ditarget 5 pelanggan. Dan akan mendapatkan komisi 2.1jt dalam sebulan kalau target terpenuhi. Kalau tidak ya tidak dapat apapun. Kamis kemarin adalah hari ke 17 Ruly bekerja dan ia masih belum mendapatkan satu pasienpun. Wajar sih, di era seperti sekarang siapa yang akan percaya dengan check up kesehatan 50 ribu dan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang medis?

Ketika Ibuk bertanya kenapa tidak mencari pekerjaan lain. Ruly pun menjawab telah berusaha melakukannya. Tetapi ia selalu ditolak ketika melamar. Entah itu menjadi tukang cuci motor atau penjaga cafe. Alasannya ada dua, Ruly tidak memiliki motor (ia datang ke rumah kami dengan jalan kaki) dan Ruly tidak memiliki ponsel (praktis ia tak bisa dihubungi). Ibuk menawarkan untuk mencarikan pekerjaan lain untuk Ruly. Untuk menunjukkan keseriusan Ruly pun berniat meninggalkan KTP. Ibuk menolak dan memintanya untuk datang Senin pagi.

Hari ini Ruly kembali, ia datang sedikit terlambat karena kebetulan semua orang sudah berangkat. Tinggal aku yang dirumah, mahasiswa semester 5 yang sedang malas untuk kembali ke perantauan dan memilih skip kelas. Aku bingung dan langsung menelfon Ibuk karena ketika saya membuka pintu kalimat pertama yang ia keluarkan adalah menyebut nama Ibu saya dengan lengkap dan bertanya apakah sedang di rumah. Setelah menelfon Ibuk untuk konfirmasi akhirnya aku mendapatkan informasi tentang Ruly. Alhamdulillah, Ibuk sudah mendapatkan pekerjaan untuk Ruly dan meminta Ruly untuk datang ke kantor Ibuk. Karena Ruly kemari jalan kaki (jarak rumah Ruly dan Rumah saya sekitar 6km) saya menawarkan untuk memesankan ojek online saja. Dan ditolak mentah-mentah olehnya. Katanya ia tidak punya uang untuk membayar. Saya pun menjawab "Loh mas saya yang bayar gapapa" Dan lagi tamparan keras hadir dari Ruly "Saya ini mau cari kerja mbak bukan meminta-minta, saya izin pergi dulu, terimakasih". Ruly tersenyum dan berlalu. Saya diam didepan pintu.

Semesta itu lucu ya. Aku sempat kesel karena ada orang yang mengetuk pintu dan menggangu tidurku. Tetapi Tuhan mengingatkan aku tentang orang yang sudah harus memikirkan bagaimana untuk bertahan hidup.
Sepertinya beban yang selama ini saya rasa berat mungkin hanya remahan kerupuk bagi Ruly. Ruly, Terimakasih telah mengetuk pintu di senin pagi pukul sembilan. Bukan di jam tujuh pagi karena pasti bukan aku yang akan membukanya. Atau nanti sore karena aku harus kembali ke Surabaya sore ini.

Aku Alysia dan sedang skip kelas minggu terakhir karena merasa terlalu banyak beban dan memilih untuk pulang ke rumah ku di Bandung. Bandung tempat yg nyaman bagiku. Keluarga, teman, kuliner , wisata, bahkan bangku kecil di taman bisa membuatku betah seharian disana. Selagi tidak musim liburan tentunya karena aku lebih memilih diam dirumah karena macet di sepanjang perjalanan. Bahkan menjauh dari komplek perumahan saja sangat sulit. Bandung dan seluruh cerita di dalamnya. Favorit ku adalah mengantri untuk makan seporsi bacang Braga yang hangat di tengah hiruk pikuk kota bandung. Sungguh aku sangat sulit beranjak untuk kembali ke perantauan, meski masih di pulau yg sama rasanya. Masih banyak yg harus aku kunjungi disini. Terlebih teman temanku masih banyak yg berdomisili di bandung. Kemarin saja aku baru menghabiskan hari terakhir ku di sini bersama temanku di sebuah kedai kopi di Asia Afrika. 

15/5/2019

Kamis, 11 Januari 2024

Angkot (09090832/090932)

Angkot adalah kendaraan yang akrab dengan warga kota bogor dan sekitarnya. 
Hampir semua orang pernah merasakan pengalaman naik angkot. Begitu pula aku yang pada saat sekolah memanfaatkan fasilitas umum tersebut. Bagiku angkot adalah kendaraan yang eksotik. Mulai dari mengobrol, melamun, belajar, bercerita, tidur, makan, baca buku, menulis cerita, mendengarkan lagu dan masih banyak lagi kegiatan yang sudah ku lakukan di dalam angkot

Teringat beberapa moment yang menyenangkan saat itu. Mulai dari salah menyambung trayek angkot saat pertama kali masuk SMP. Karena saat itu membedakan angkot yg kunaiki punya nomor yang sama, hanya dibedakan warna list mobil yang saat itu ku tidak tau. Untungnya ku cepat sadar dan langsung turun. Dan melanjutkan dengan jalan kaki karena takut salah naik angkot lagi karena kebetulan sudah dekat juga. 

Dari angkot juga ku belajar bagaimana mekanisme menyetir mobil. Jika kalian ingin belajar dengan murah dan mudah tinggal duduk di samping sopir dan melihat bagaimana dia menginjak gas, rem dan kopling. Memegang setir dan perseneling menjadi fokus yang lain. Meski hanya melihat dari situlah ku belajar menyetir paling lama. 

Teringat pula moment saat akan tes masuk SMA. Di angkot  ada sosok laki-laki paruh baya yang sudah lebih dulu naik, tiba bertanya akan pergi kemana. Ku jawab aku akan melaksanakan tes masuk SMA dan beliau mendoakan kesuksesan ku dimasa depan. Cukup berkesan di hati hingga masih teringat jelas di ingatan. Karena memang saat itu rasanya untuk masuk ke SMA itu lumayan sulit. Doa tersebut menjadi penyemangat dan rasa optimis meningkat. Terbukti aku bisa lolos masuk sekolah tersebut dan seingatku aku satu satunya murid laki-laki yang lolos. Disitu aku juga bisa membuktikan kepada kakak ku bahwa aku juga bisa masuk ke sekolah dia dulu. Aku ingat dulu motivasi ku masuk sma itu salah satunya agar bisa makan bakso malang di dekat SMA. Pada masa kakak aku sekolah disana, kerap kali dia bawa pulang bakso malang kerumah, aku gapernah minta tapi dia selalu saja bawa beberapa kali. Saat itu aku masih SD dan aku rasa belum banyak penjual bakso yang enak di masa itu, tidak seperti seperti sekarang dimana-mana ada. Tapi setelah aku sekolah disana rasanya bisa dihitung jari aku makan bakso malang di dekat situ, selain kenangannya berbeda aku lebih suka bawa bekal, kalau lagi malas masak atau telat berangkat, kadang cuma bawa nasi terus lauknya beli di kantin sekolah. Life hacks yang sangat berguna untuk menghemat pada saat itu. Karena semenyenangkan itu bawa bekal sendiri meski kebanyakan hanya bawa nasi putih dan pernah kena tegur guru fisika saat makan di kelas waktu jam belajar soalnya kelihatan di pantulan papan tulis kaca hahaha. 

09090832
Kehidupan angkotku hanya bertahan sampai kelas 2 SMA semester ganjil. Karena kurasa waktu sangat terbuang percuma di jalan saat itu. Satu jam lebih menghabiskan waktu di jalan. Bahkan untuk menghemat waktu dan ongkos terkadang aku berjalan dari jambu dua sampai perempatan jalan baru hanya untuk menghindari ngetem dan putar balik yg saat itu sangat macet. Selain hanya 1 km jarak sambungan angkotnya, aku juga rasanya gamau rugi ngeluari ongkos walau cuma 2000, perhitungan banget kayanya aku waktu itu. Sebenarnya gak beda jauh waktunya dengan ngetem dan menunggu di angkot. Tapi aku sangat tidak suka menunggu ngetem angkot yang bisa 15 menit sendiri. Dan aku menikmati jalan-jalan soreku di masa-masa itu.090932 adalah mode jalan jalan soreku. Bahkan pernah disaat aku pingin banget jalan jauh mode gabut 0909 berjalan sejauh tiga km dari jambu dua sampai rumah dengan medan yang naik turun. 
Satu hal lagi yg aku tidak suka dimasa itu saat naik angkot adalah saat momen akan berhenti, rasanya selalu degdegankarena momen turun angkot paling ribet apalagi kalau duduk paling belakang karena badanku yg cukup besar jadi pasti nyenggol kaki orang orang kalau mau turun. Buat aku spot yg paling bagus adalah di samping supir atau persis di belakang supir, meski spot terfavorit adalah kursi paling belakang karena banyak yg bisa di lihat karena kacanya paling luas. 
Begitulah kisah angkot dan segala drama di dalamnya, entah sampai kapan akan terus bertahan di tengah perubahan zaman. 

Cerita Ngalor Ngidul

Akhir-akhir ini gw bisa dibilang tidak dalam performa yang baik buat melakukan sesuatu yang bermanfaat, mau itu ngerjain tugas/laporan, belajar buat ujian atau sekedar bersosial dengan orang-orang. Banyak faktor yang mempengaruhi dan itu cukup menyebalkan karena menghambat terbentuknya sebuah karya. Loh apa hubungannya sama karya? Intinya sih gw mau berpendapat mengenai satu hal. Saat ini orang-orang sangat dimudahkan oleh teknologi. Teknologi itu menurut gw itu sebuah hasil karya yang di buat oleh seseorang/sekelompok orang yang bertujuan untuk menyelesaikan sebuah persoalan hidup. Contohnya teknologi pengupas kulit pisang yang dibuat sandy di film spongebob, atau doraemon robot pembantu yang muncul dari abad 22. Gw cukup salut sama orang-orang di balik teknologi yang sangat membantu si pengguna yang memiliki keterbatasan dan itu termasuk gw yang berada di dalam lingkaran tersebut.

28/05/2018

Rabu, 10 Januari 2024

Cerita Singkat Studytour SMA

Ini cerita waktu gw studytour SMA. Sebenernya tahun kemaren udh bikin sebagian cuma gw keburu males jadi kita buat singkatnya versi yang berbeda.
Post sebelumnya disini 

Waktu gw kelas 2 SMA sekolah gw ngadain acara studytour ke universitas negeri yg ada di kota jogja dan semarang. Study tour itu berlangsung selama 5 hari 4 malam. Berangkat hari kamis pagi jam 6 dari bogor dan sampai di jogja jam 12 malem. Cukup lama karena kami rombongan 9 bus dan waktu itu belum ada jalan tol kaya sekarang.

Di kelas gw ada orang yg dibilang indigo nggak tapi peka dengan hal mistis. Panggil aja namanya Riesa. Waktu disekolah Riesa ini kadang cerita pengalamannya tentang horor, orangnya asik tapi sering diisengin sama cowo cowo karena ekspresi saat dia kesel tuh lucu.

Waktu di perjalanan dia diisengin tuh sama temen gw yg lain. Temen gw memakai wig yg dia bawa sambil menutupi wajahnya seolah olah seperti hantu rambut panjang. Rencananya itu barang mau dipake buat pentas penampilan antar kelas. Dia sedikit takut lebih ke sebel disitu sampe gamau ngeliat sambil ngusir ngusir temen gw yang iseng itu. Kita semua di bis menikmati becandaan itu.

Bis yg kita naikin tuh kapasitasnya kurang lebih 50 penumpang tapi karena satu kelas di sekolah gw isinya cuma 38 orng + 2 guru pendamping masih ada beberapa kursi kosong yg bebas kita pake. Gw yg awalnya duduk di bagian belakang karena bosen dan pengen tidur dengan lebih tenang aja karena dibelakang pasti pengennya bercanda terus coba pindah tempat duduk di depan nyari tempat kosong di area di depan yg masih kosong. Posisi waktu itu sudah malem jam 10 an. Nyari yg bisa diajak ngobrol udh pada tidur semua.  Hampir semuanya tidur karena kecapean soalnya siangnya kita seru seruan di bis. Kebetulan di paling depan ada Riesa duduk sendiri dan sebelahnya ada barang bawaan wali kelas. Akhirnya gw duduk lah di samping si dia setelah rapihin barang di kursi sebelah dan ngobrol semaleman.

Waktu ngobrol sama si Dia entah kenapa kepekaan gw tentang sesuatu meningkat.  Gw merasakan hal aneh sama wig yg td dipake. Entah gimana lupa, gw tiba tiba kepikiran buat melihat kebelakang lewat pantulan kaca yang ada di handphone. Kagetnya bukan main waktu gw liat ada sosok bayangan hitam besar berambut panjang dibelakang nutupin pandangan yg seharusnya kelihatan sampai kaca bis belakang tp ini gak keliatan sama sekali. Sosok ini pun lagi meluk temen kelas gue yg cewek, posisi duduknya 5 kursi di belakang kursi gw. Sosok ini meluk dari belakang temen gue ini yg lagi tidur. Disitu gw cerita dong sama Riesa dan mungkin dia memang sudah sadar sedari tadi. Ada sosok yg "numpang" diperjalanan kita. Kondisi saat itu tuh jalanan gelap banget kiri kanan kita hutan waktu gw cek google map itu tuh di daerah kiri kanan memang hutan  dan jalannya naik turun soalnya kita berangkat lewat tengah bukan pantura. Karena gw gak takut takut amat sama hal begituan gw pun ngecek kebelakang. Pas gw lihat kebelakang secara langsung udh gak kelihatan tuh sosok itu. Temen temen gw yg lain nggak ada satu pun yg lihat soalnya semua udh pada tidur. Mungkin perasaan aja dipikirku saat itu. Cerita lucu saat itu adalah bis berbelok kanan dan kiri terus ada UC 1000 ngegelinding dari atas bagasi gatau punya siapa. Untung gw lagi posisi berdiri di situ jadi belum sempet jatoh botolnya. Dan kalau jatoh mungkin sakit juga itu kalau kena kepala orang yang dibawahnya wkwkkw. Karena gw rasa udh aman yaudah gw balik ke tempat duduk dan kita lanjut ngobrol sampe tiba di kota jogja.

Selama kegiatan study tour acara berjalan lancar. Nggak ada hal mistis sampai menjelang hari kosong saat kita jalan jalan di kota jogja dan semarang. Di kota jogja kami mengadakan pentas seni kecil kecilan di rumah makan yg kami sewa beberapa jam untuk acara tersebut. Acaranya berlangsung dari jam 7 sampai jam 9. Acara tersebut berlangsung di area halaman belakang rumah makan. Gue waktu itu lagi ngobrol sama temen cewek dari kelas sebelah, di tengah acara dia minta anter ke toilet soalnya toilet ada di bangunan utama, karena pintu bangunan bagian belakang dikunci akhirnya kita masuk lewat pintu depan. Nah jalan menuju pintu depan itu harus lewatin parkiran bus. Waktu kita berdua lewatin parkiran, di bus yg gw naikin ada lagi dong sosok makhluk berambut panjang, bedanya karena disini lebih terang kelihatan bajunya yg dia pake warna putih terurai panjang. Dia ngeliatin tuh ke kita yg lagi jalan, temen gw yg cewek ini gak ngeliat kesana dan asik ngobrol sama gw. Gw pun gak cerita ke dia saat itu karena gak mau bikin anak orang tiba tiba pipis dicelana, gw cerita ke dia pun waktu disekolah biar dia gak kepikiran sepanjang study tour. Tapi kejadian itu gw ceritain ke Dia, dan dia pun ngakak waktu gw ceritain sambil ngebayangin kondisinya. Sebelum acara bubar gw masuk bis paling pertama tuh, selain bosen gw juga penasaran sama itu sosok. Tapi pas gw masuk nggak ada hal aneh sama sekali. Mungkin hanya perasaan gw yang salah liat, siapa tau itu kondektur bus. Walaupun sebenernya di bus itu gaada orang wkkwk. Yaudah gw duduk sambil nunggu temen yg lain masuk bis.

Hal yg aneh yg terakhir terjadi di kota Semarang. Sebelum kita pulang kita wisata dulu ke lawang sewu. Masuk ke lokasi jam 4 dan beres sekitar jam 6an. Kita semua tau dong kharismanya lawang sewu seperti apa. Sudah asik kita keliling dalam bangunan kita ngumpul ngumpul dulu tuh di depan. Kebetulan banget disitu gue jalan serombongan tuh sama Riesa. Temen gw yg bawa kamera pocket minta gw fotoin. Kejadian aneh pun dimulai. Foto yg gue ambil selalu ada orbs/titik titik putih yg banyak. Gw bilang ke temen gw gapapa nih banyak orbs nya. Kata dia lanjut aja dan gw lanjut fotoinnya. Sampailah pada 1 momen dimana orbs yg  tadi menghilang semua digantikan glitch yg nutupin 1/4 tampilan kamera pocket. Dia yg dibelakangku bilang, wah gaberes nih. Gw klik tombol shoot pun gak bisa kerekam fotonya. Posisi waktu itu sudah magrib, langit udh berubah warna gelap kebiruan. Gw yg penasaran kenapa jadi glitch display kameranya melihat langsung ke objek tanpa lihat display kamera kaget ke arah tercengang. Ternyata benda yg bikin glitch di display kamera mirip sosok yang kulihat di bus semalam yg sedang melayang di atas kerumunan orang orang yg lagi foto foto. Gw lihat bolak balik tuh dari display kamera sampe lihat langsung pake mata untuk memastikan. Di kamera glitch dan saat lihat langsung ada terlihat kembali sosok melayang dengan pakaian putih. Untuk memastikan gw minta temen gw yg lain selain Riesa apa objek di atas situ 3 tapi mereka hanya melihat glitch saja tidak ada yang aneh. Karena kondisinya ramai, ini salah satu penampakan yg menurut gw lucu aja gitu melayang layang entah dia lihat ke arah mana. Gw pindah posisi pun masih terlihat dan gak menghilang. Karena kameranya error akhirnya gw balikin kamera itu ke temen gw. Sosok itu masih ada, juga entah yg lain gw sama Riesa cuek aja tuh gak cerita cerita ke yg lain takutnya nanti malah pada bubar orang orang yg asik foto. Sepulang dari lawang sewu ada tuh kabarnya ada anak dari bis yg lain kesurupan di jalan. Hal yg biasa terjadi dan nggak aneh kalau kita sehabis berkunjung ke tempat yg energinya kuat. Untungnya gak ada yg kesurupan di bis yg gw. Singkat cerita study tour pun usai. Pasca study tour muncul tuh orang orang yg share foto dan cerita mistis yg dia alami di lawang sewu. Yg paling jelas terlihat adalah sosok yg ikut foto di frame foto ramean di depan kereta api yg ada di depan bangunan lawang sewu. Thanks buat kesempatannya untuk bercerita, semoga di lain kesempatan gw bisa berbagi pengalaman menghoror yg lainnya. Sebenernya gak serem sih, dan apa yang terlihat adalah apa yang diri kita bayangkan jadi pasti pengalaman orang terhadap hal itu berbeda-beda. Jadi gausah khawatir tentang apa yang kita lihat masih ada yang lebih berkuasa dari rasa takut yang muncul.



Ini foto di rooftop eduhostel Jogja sehabis sarapan yang penuh drama karena kehabisan sarapan hahaha. Banyak cerita lucu juga hostel ini. Tengah malem gw katanya marah marah tapi gajelas ngomong apa karena setengah sadar sambil bukain pintu kamar karena salah satu temen kamar baru balik abis main diluar terus abis marah sebentar langsung ketiduran lagi wkwkk gw juga penasaran pengen lihat sendiri kalau bisa.


Kalau ini di Borobudur dan momen lucunya disini ada salah satu dari kita kena omel petugas karena duduk duduk gitu di stupa. Terus temen yang lain mereka ulang kejadiannya jadi kocak aja hahaha. 



(24/06/2015)

Selasa, 09 Januari 2024

Roti dan Cheesecake

Kamu tidak punya hak untuk intervensi kebahagiaan orang lain. Tapi kamu bisa pergi mencari kebahagiaan yang lain. 

Kamu berhak bersedih atas segala ketidaknyamanan yang kamu dapatkan. Tapi kamu bisa bahagia karena skenario-Nya yang begitu rumit memandang sebuah bunga saja bisa membuatmu tersenyum. 

Kamu berhak berkata hidup itu tidak adil. Tapi kamu tau kan rasanya ketika seseorang berbagi sepotong roti denganmu setiap hari hanya untuk memastikan dirimu selamat sampai akhir. 

Kamu berhak berpisah disaat tidak ada lagi ikatan yang dapat diraih. 
Terlebih ikatan mereka punya membuat sebuah lingkaran tak jauh dari induknya. 
Terlebih ternyata sepotong roti mudah terganti saat ada cheesecake dengan topping strawberry diatasnya

(1/11/23)

Kenapa

Kenapa harus bicara, ketika manusia tak punya telinga?
Kenapa harus percaya, ketika manusia tak punya hati?
Kenapa kau acuh, disaat ku percaya?
Kenapa kau bertanya, disaat ku tak percaya?
Kenapa waktu berputar, padahal kau tak punya waktu?
Kenapa penyesalan ini kembali datang?
Ku sakit, ku mencoba positif, ku kembali sakit dan kucoba lagi
Hingga pada akhirnya dunia hanya menatap
Menatap namun tak punya mata
Merasa tapi tak punya hati

Siapa?
Siapa lagi yang harus ku percaya?
Kenapa ku harus percaya?
Tuhan, pada siapa ku harus percaya kepada manusia?
Apakah diriku yang salah? 
Atau ternyata memang benar diriku yang salah
Hingga pada akhirnya, siapakah yang harus ku percaya. 
Hancur sudah,  berlebihan itu tidak akan pernah baik.

(3/12/2019) 

Pertanyaan

Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Seorang anak berdiri di peron kereta
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Pedagang sayur menunggu pelanggannya datang
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Sebuah tiang menyangga bangunan tertinggi di kota
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Gerimis di tengah musim hujan berhenti
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Bintang bintang menerangi langit yang gelap
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Bongkahan es yang mengambang di lautan
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Bayangan masa lalu yang selalu mengikuti
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Seorang atlit berlari sampai garis finish
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Buah yang jatuh menunggu dimakan serangga
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Kaki melangkah mencari arah tujuan
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Gunung di lautan terpancang sampai ke dasar
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Percakapan tanpa sebuah emosi didalamnya
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Burung elang memantau mangsanya yg bergerak
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Seorang guru mengajari caranya berenang
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Langit di malam hari akan tetap tenang
Tidak tau akan bertahan sampai kapan
Kekosongan dalam percakapan di sepertiga malam
Tidak tau akan bertahan sampai kapan 
Sebuah pertanyaan muncul dalam pikiran
Sampai kapan? *menghela nafas

Namaku Abram Braja Astika

Sore itu, ditengah hujan yang lebat dan bergemuruh. Seorang wanita mengendarai mobil sembari menangis usai menghadiri sidang perceraian di masa hamil usia 28 minggu. Tangisnya sangat berat, namun ia mencoba kuat, mengingat posisinya saat itu memasuki trimester ketiga yang sejatinya butuh pendamping saat masa masa sulit. Namun apadaya, yang ia terima justru kebalikannya. Harus berjuang sendiri bersama calon buah hati. 

Aku memanggil dia dengan sebutan ibu. 

Sore itu pula aku terlahir di muka bumi. Kesedihan tengah melanda akibat perceraian, disaat yang sama juga Ibuku mengalami kecelakaan tunggal. Aku terpaksa dilahirkan mengingat keselamatan ibu dan anak karena imbas kecelakaan yang membuat Ibu mengalami Abruptio plasenta yang membuatnya harus segera melakukan operasi cecar karena perdarahan hebat disebabkan lepasnya plasenta yang merupakan impact dari kecelakaan tersebut.

Beruntungnya Ibu dan aku selamat. 

Selama ini Ibu dan Aku tinggal bersama Kakek. Kakek berprofesi sebagai seorang dokter yang kebetulan juga bekerja di rumah sakit di tempat dimana Ibu dioperasi. Kakek ikut menangis kala itu melihat anaknya terbaring sendiri. Namun bersyukur karena keduanya bisa diselamatkan, ditengah situasi yang memilukan. 

Seminggu Ibu dan Aku diopname di rumah sakit. Kondisi kami sangat lemah pasca melahirkan. Saat itu seorang pria yang harusnya bertanggung jawab atas kelahirannku tidak pernah muncul batang hidungnya. Bahkan sampai kami diizinkan pulang oleh rumah sakit. Dimasa sulit itu kakek memberikan sebuah nama kepadaku. 

"Abram Braja Astika" Sembari meniatkan dalam hati "akan ku jaga dirimu wahai anak yang kuat". Arti namanya menurut kakekku cukup sesuai karena aku dengan percaya dirinya terlahir ditengah badai kehidupan. 

Hidup ditengah kasih sayang Kakek. 

Abram Braja Astika. Dia tumbuh seperti anak-anak pada umumnya. Suatu keajaiban baginya, mengingat proses kelahirannya yang prematur tumbuh kembangnya dapat mengejar kelahiran normal. Itu semua tidak terlepas dari peran Kakeknya. Ia selalu memantau asupan gizi cucu dan anak semata wayangnya sehingga ibu dan anak selalu sehat. 

Waktu berlalu hingga Abram kecil sudah bersekolah  di taman kanak-kanak. Anak anak di masa ini sangat aktif dan ceria. Rasa ingin tau akan segala hal sangat besar. Terlihat ketika dia bertanya, mengapa ikan tidak tidur, bagaimana cara semut berbicara, atau apa yang terjadi ketika matahari tidak ada. Ketika dia ditanya oleh ibu guru apa cita-citanya, lantas ia menjawab "menjadi pilot bu". Semua teman-teman dan ibu guru pun mengemangatinya. Abram kecil menjadi idola karena kecerdasannya di atas rata-rata. Mungkin akibat dia sering sekali berbicara tentang segala hal dengan kakeknya. 

Kemalangan masih berlanjut. 

Kakek menjadi sosok seorang " ayah" bagi Abram kecil. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Saat Abram akan masuk sekolah dasar, Kakek dia, keluarga satu-satunya yang selalu menemani masa kecilnya harus berpulang terlebih dahulu. Duka yang sangat mendalam diterimanya saat itu. 

Pada saat itu Ibunya sedang menjalani dinas ke Malaysis. Mengurus kasus TKI yang akan di deportasi bersama rekan kantornya di Kemenlu. Mendengar kabar tersebut, dia memutuskan pulang. Satu hal yang dipikirkannya sekarang, bagaimana keadaan anakku sekarang. 

Kakeknya mengalami serangan jantung. Setelah ia dan cucunya menyelamatkan diri dari kepulan asap kebakaran. Kedai makanan di samping rumahnya terbakar dan menyebabkan sebagian rumahnya ikut terbakar.

Selama dua hari kakeknya berada di ruang ICU dan pada akhirnya takdirpun berkata lain. Untuk sementara Abram diungsikan di rumah guru tk tempat ia belajar yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Ia disana sembari menunggu kepulangan Ibunya. Mengingat di tempat ia tinggal tidak ada satupun keluarganya disana. Dalam hati Abram berharap "Ibu cepatlah pulang".

Setibanya Ibu di Indonesia ia kemudian bergegas ke TPU Tanah Kusir dimana Kakek akan dimakamkan. Ini merupakan permintaan Kakek sendiri semasa hidupnya untuk dimakamkan disini, tepat disamping Nenek yang sudah lebih dulu pergi satu tahun sebelum kelahiran Abram. 

Bertahan dimasa-masa sulit. 

Kesulitan demi kesulitan silih berganti menghampiri. Keluarga kecil ini tengah berjuang keras membuat kehidupan kembali normal. Rumah yang hampir terbakar habis dijual cepat dengan harga murah oleh Ibu. Ini dilakukannya karena bagi dirinya sangat sulit untuk merenovasi rumah ini dengan modal terbatas.  Kemudian jika tidak cepat dijual akan semakin tidak laku karena nanti akan melekat julukan rumah hantu karena terbengkalai. 

Untuk sementara mereka berdua tinggal di rumah kost dibelakang kantor tempat Ibu bekerja di Kantor Kemlu RI. Ia memutuskan tinggal disitu karena lingkungan kost yang cukup dikenal karena para penghuninya merupakan teman sekantornya. 

Sebagai single parent Ibu harus berjuang lebih keras untuk membesarkan Abram kecilnya. Sebelumnya ia sangat terbantu oleh Ayahnya namun kini sedikit demi sedikit pikirannya menjadi sangat bercabang antara pekerjaan, mengurus anak dan yang lainnya. Kesibukan dalam pekerjaannya saat ini memungkinkan Abram kecil akan kehilangan sentuhan kasih sayang keluarga. 

Kedewasaan diatas rata-rata berkat sang Kakek. 

Beruntungnya Abram cukup tegar dan dewasa menghadapi cobaan yang menghapiri. Mengingat usianya yang akan memasuki sekolah dasar, ia tidak meminta macam macam seperti anak seumuran Abram lainnya. Didikan Kakeknya sangat berguna bagi Abram karena ia tumbuh menjadi anak yang sederhana. Walaupun ia sangat dimanja olehnya, ia selalu ditanamkan bagaimana rasa bersyukur apapun hal yang ia akan hadapi di depan, baik itu kesenangan atau kesulitan. 

Berdasarkan saran dari teman sekantor Ibu, Abram didaftarkan di sekolah dasar sekitaran Menteng karena tidak terlalu jauh dari rumah kost tempat ia tinggal. Setiap pagi Abram selalu diantar oleh Ibunya kesekolah dan jika waktunya pulang Ibunya akan izin keluar kantor dan menjemput Abram mengantar kerumah dan kembali lagi ke kantor. Tidak jarang pula Abram ikut dibawa ke kantor sembari menunggu jam pulang. 

Orang-orang di kantor cukup mengerti keadaan mereka sehingga tidak ada yang merasa terganggu dengan aktifitas ibu dan anak ini mengingat reputasi baik yang sudah Ibu bangun dan juga Abram yang tidak pernah rewel ketika berada di kantor. Dari sini justru Abram belajar bagaimana kehidupan orang dewasa, tentunya dengan sudut pandang kacamata anak-anak. 

Cobaan semakin berat. 

Ibu tak bisa tidur malam ini, bukan karena suara bising tetangga kamar kost nya yang sedang ada tamu. Tetapi karena keputusannya beberapa tahun  yang lalu untuk menikah. Hidupnya benar-benar sangat berubah. Saat itu ia berpikir menikah merupakan hal bahagia yang diidam-idamkan setiap orang. Hal yang tidak boleh berulang saat dilakukan. Karena ucap manis janji setia sehidup semati. 

Namun takdir berkata lain. Janji setia pun hancur. Ku mencari bahagia, bukan petaka. Ku ingin kasih sayang, bukannya hilang. Tangisnya malam itu pecah kembali. Menjadi wanita seutuhnya itu berat sekali pikirnya. Bukan kecantikan tujuan utama ternyata, tetapi harga diri yang harus dijaga, terlebih kini ia adalah seorang Ibu. Ibu yang anaknya sudah mulai sekolah. Sudah mulai mengerti akan banyak hal. Sudah mulai penasaran tentang kehidupan. Sudah mulai bertanya dengan mantap, "Bu sebenarnya Ayahku siapa, sekarang dimana?".

Pertanyaan yang mengganjal hati. 

Abram bertanya seperti itu karena sebelumnya ada acara pertemuan orang tua dan anak di sekolah. Cukup unik memang acara tersebut. Setiap anak diminta tampil di depan orang tua murid yang hadir untuk menceritakan tentang dirinya, mulai dari hobi, kesukaan dan keterampilan. Selain melatih kepercayaan diri pada anak. Hal tersebut juga merupakan momen untuk mendekatkan orang tua dengan anaknya. Karena orang tua maupun pihak sekolah ingin hasil yang terbaik untuk anak-anaknya. 

Acara tersebut dilaksanakan pada tengah semester di semester ke dua. Anak-anak saling bergantian untuk tampil di ruang kelas. Ruangan itu cukup untuk semua orang yang hadir. Abram maju tidak yang paling pertama. Urutan maju bukan berdasarkan absen seperti tetapi berdasarkan urutan tanggal lahir. Ia lahir di Januari. Ada tujuh anak lahir di bulan itu dan Abram ada di urutan ke tujuh.

Tiba saatnya Abram maju, dengan mudahnya ia memperkenalkan diri dan keluarga, bercerita bagaimana ia lahir, peristiwa senang dan sedih yang sudah ia rasakan. Cerita ia sampaikan lancar sekali. Terutama kejadian pindah rumahnya karena memang belum genap satu tahun itu terjadi. 

Anak yang lain diminta bertanya setelah seseorang selesai berbicara. Tiba saatnya waktunya teman-temannya bertanya. Rata-rata semua orang tertarik dengan cerita terbakarnya rumah yang Abram tinggali dulu. Namun ada satu pertanyaan yang membuat Abram terdiam sejenak, dan menjawab dengan singkat dan pelan "aku tidak punya ayah". Jawaban itu muncul karena dalam cerita yang ia sampaikan tidak ada satu kalimat ayah atau memperkenalkan siapa ayahnya. Setelah Abram selesai tampil, semua orang pun bertepuk tangan. Esoknya teman yang bertanya hal tentang ayah meminta maaf pada Abram karena bukan maksudnya membuat Abram bersedih oleh hal yang ia alami tersebut. 

Abram memang anak yang supel, sederhana, baik dan pintar. Tidak heran rasanya murid yang lain mengidolakannya dalam hal pertemanan. Namun setelah hari itu Abram menjadi sering melamun. Rasa penasaran menyelimuti dia seketika. Sampai pada saatnya ia memberanikan diri untuk bertanya pada Ibunya di malam itu "Bu sebenarnya Ayahku siapa, sekarang dimana?".

Pertemuan yang tidak direncanakan. 

Suatu hari Abram sedang duduk di lobby kantor sembari menunggu Ibunya. Tidak lama datang seorang pria berparas Mestizo Spanyol-Amerika berambut pirang sebahu seperti Brad Pitt di film World War Z yang semalam ditonton Ibunya menyapa Abram, "Hello boy, selamat sore" dia menyapa akrab dengan sedikit logat asingnya. "Selamat sore Om..." Abram membalas sapaannya dengan ragu "Bolehkah saya duduk disini?" tanyanya kepada Abram. "Silahkan" jawab Abram singkat. 

Tidak lama Ibu datang menghampiri Abram dan mengajak Abram pulang. Setelah sadar Ibu kenal dengan orang di samping Abram kemudian ia pun menyapanya "Hello Adrian? lama tidak jumpa" sapa Ibu dengan akrab.  "Oh hello Tika, baik. Setelah berbincang selama beberapa menit kemudian merekapun pulang. 

Kebenaran pun sedikit terungkap. 

Saat di rumah, Ibu pada akhirnya mulai bercerita kepada Abram tentang dirinya dan ayahnya yang bernama Mandala Yudha. Ibu mulai cerita dimana dia bertemu dengan Ayahnya dan pada akhirnya menikah. Ibu bertemu dengan Ayah pada saat mendampingi duta besar Amerika ke Solo pada tahun 2013 di Museum Batik Danar Hadi. Saat itu Ayahnya sedang berlibur mengunjungi rumah orang tuanya di Solo. Kebetulan mereka berpapasan di depan Museum. Entah apa yang mendasari, tiba-tiba Ayah meminta nomor hp ke Ibu dengan alasan tertarik dengan kegiatan USAID, lembaga Amerika yang kebetulan Ibunya Abram bertugas mendampingi mereka. Adrian adalah staff USAID saat itu, pria yang mengobrol dengan Ibu di lobby kantor tadi siang. Melalui ibu, Ayah dan Adrian pun berkenalan saat itu. Karena komunikasi yang intens mereka berdua akhirnya berpacaran dan pada akhirnya mereka menikah di bulan Mei 2017.

Pada awalnya pernikahan mereka berjalan dengan harmonis, Ayahnya merupakan sosok yang perhatian. Namun setelah empat bulan usia pernikahan Ayahnya seperti menyembunyikan gelagat yang aneh. Tiba-tiba ia menjadi orang yang tempramental. Pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi tanpa dasar yang jelas. Ibu yang cukup keras pun pada akhirnya membuat situasi tersebut menjadi "medan perang". Api dibalas api pada akhirnya akan membesar. Ibu memutuskan untuk pulang ke rumah Kakek. 

Setelah ditelusuri ternyata Ayah menggunakan obat terlarang untuk menahan sifat tempramentalnya selama dua tahun belakangan. Dia dikenalkan oleh seseorang di Las Vegas pada tahun 2015. Dua tahun kemudian efek samping mulai terasa dan kehidupannya tidak lagi sama disetiap harinya. Kakek yang tidak ingin hal hal buruk terjadi pada anak dan calon cucu nya meminta Ayah untuk pulang ke Solo. Dan setelah diskusi besar kedua keluarga tersebut memutuskan untuk berpisah. Keputusan yang berat, namun itulah yang terbaik. Mengingat dampak negatif obat terlarang nyata adanya, dan butuh keseriusan lebih untuk orang yang dasarnya lemah untuk bisa sembuh. Ibu memang tidak menerima itu pada awalnya, namun kasih sayang yang lebih besar pada ku menyebabkan hari demi hari kedepannya adalah perjuangan untuk membesarkan ku. 

Setelah sidang perceraian terakhir awal bulan Januari Ayah tidak terlihat lagi bahkan keluarganya di Solo pun tidak dapat dihubungi. Begitulah cerita Ibu kepada Abram. Dia memahami seluruh cerita dan perkataan Ibu dan seluruh isinya. Karena semasa kakek nya hidup, beliau sudah menceritakan tentang apa itu obat terlarang dan apa bahayanya kepada Abram karena Abram kecil penasaran dengan berita tentang pengungkapan sindikat pada tahun 2023. Merasa Abram lebih cepat paham, kakek bercerita sejelas jelasnya dan berpesan kepada Abram untuk menjauhi bahkan kalau bisa untuk tidak mengenal hal tersebut di luar sana pada saat sudah lebih besar. 

Senin, 08 Januari 2024

Audiovisual

Pengalaman hidup adalah konten audiovisual yang Tuhan berikan kepada kita sepanjang waktu. Banyak momen yang tidak terekam dalam kehidupanmu yang mungkin kamu rindukan sekarang. Atau mungkin kamu melewatkan sesuatu dengan suatu hal yang lain. Tapi ternyata aku sadar selama ini Tuhan lah pembuat skenario terbesar dan tidak ada yang dapat menyainginya. Bayangkan saja disaat kamu bekerja untuk dirimu sendiri dan harus merasa lelah, itulah skenario yang harus kamu lakukan. Dia yang telah mengatur semua kejadian dari awal hingga akhir pertunjukan. Peran tergantikan setiap masanya, diri kita punya waktu dan masanya sendiri. Akan tiba masanya kita digantikan dengan orang yang baru. Tapi Mastermind tidak akan pernah tergantikan. 

Aku telah kembali, itulah hal ingin kulakunan. Aku sadar aku adalah penikmat konten audiovisual yang dinamakan alam semesta. Mungkin bayangan kita apakah terlalu besar untuk menikmati sebuah alam semesta, bagaimana caranya meraih itu semua. Tentu tidak. Waktu adalah produk alam semesta yang akan terus berjalan dengan batas yang telah ditentukan. Secara tidak sadar kita menikmati konten yang diberikan-Nya sepanjang hari. Perasaan sedih, senang, suka, bahagia, haru, duka dan bahagia berjalan diatas waktu yang telah ditentukan. Pernahkah kamu melihat sebuah pertunjukkan, film atau cuplikan video dimana konten tersebut sebenarnya lucu, menarik, atau menghibur tapi kamu merasa biasa saja, atau pernahkah kamu merasa sedih, senang, atau bahagia secara tiba tiba padahal tidak ada hal yang memicu untuk kamu menerima perasaan tersebut. Itulah garis waktu, dimana latar tempat, suasana, dan perasaan sudah ditentukan sebelum adanya alam semesta. Dan itulah yang kunikmati sekarang. 

Pengalaman audiovisual selama kita hidup tidak akan pernah bisa direka ulang dengan kondisi yang sama. Mungkin kamu pernah mendengar kisah orang tua yang bangga saat pertama kali melihat anaknya bisa berjalan. Atau kisah seorang pendaki gunung yang pertama kali menapaki puncaknya. Hal tersebut adalah pengalaman audiovisual yang bisa dirasakan langsung oleh orang tersebut, bisa dibagikan, namun tidak dengan waktu dan pengalaman yang sama. Siapakah sutradaranya? bukan orangtua tersebut, bukan anak tersebut, bukan pula seorang pendaki gunung. Itu semua terjadi karena ada garis waktu yang terus berjalan.


Pemandangan edelweis di Mandalawangi saat musim hujan 2013. Tidak terlalu menarik bukan? Tapi untuk aku pengalaman melihat edelweis ini yang mengantarkanku ketitik ini. Media ini ada karena aku ingin menuliskan hal mengenai pengalamanku untuk melihat ini. Bayangkan saja, untuk pertama kalinya aku mendaki gunung nol persen pengalaman namun garis waktu sudah berkata untuk kamu berada di tempat tersebut pukul sembilan malam padahal normalnya orang banyak mungkin ada di situ saat matahari mulai terbenam. Aku saat itu merasakan yang namanya frustasi, ragu dan bertanya-tanya, untuk apa aku disini. Sepertinya aku menyesal ikut. Karena saat itu serangan keram otot selalu menghampiri. Beruntung ada orang yang lebih berpengalaman ikut pada saat itu memotivasi untuk tetap berjalan, dengan sabar dan tidak mencoba mengintervensi karena yakin pada akhirnya kita akan sampai pada waktu yang sudah ditentukan. Untuk aku yang sekarang mungkin tau mengapa aku terkena serangan keram otot, tapi itulah pengalaman pertama kali. Tidak akan mudah untuk dilupakan.


Hal yang kupelajari saat mengingat foto ini adalah untuk tidak akan pernah memakai jacket saat mendaki, kalau hujan gunakan mantle hujan dan untuk aku tidak perlu sarapan saat akan mendaki apalagi sialnya telur yang aku makan di warung makan saat sarapan agak lengket menuju basi. Bodohnya diriku masih aja diterusin makannya sampai habis. 


Hal yang ku ingat dari foto ini adalah aku bisa sampai disitu adalah momen pertama kali memang adalah sebuah ujian, kali kedua, ketiga dan selanjutnya memang masih ujian, tapi bagaimana kita menyikapi hal-hal tersebut dari pengalaman yang sudah kita punya itulah ujian sesungguhnya. Karena saat kali kedua aku disini hanya lewat begitu saja, kali ketiga ku sampai sini aku bersama orang-orang baru dan harus bisa menyikapi hal yang sama saat aku pertama kali datang kesini. Dan kali keempat aku disini aku juga bersama orang baru bedanya ini lebih banyak dan tanggung jawab lebih banyak karena aku tidak tau latar belakang mereka dan harus menjaga agar perjalanan agar lebih kondusif.


Akhir Agustus 2019 nemenin rombongan Fapet. Meskipun turunnya aku misah sendiri, dibilang nyasar sih nggak toh bawa gps jadi tau kalau pindah punggungan atau turun ke lembah bakal tau nggak. Ternyata sampe kandang badak lebih dulu beda 30 menit, jadi aku sendiri yang khawatir anak-anak orang nyasar atau nggak. Alhamdulillahnya sampai dengan selamat dan momen ujian sebenarnya adalah pas pulang ke Bogor karena hari itu 31 Agustus bertepatan dengan 1 Muharram, dan pawai obor tiap pondok pesantren turun semua dari arah puncak sampai ciawi. Moment lucunya adalah ketika kita pikir sudah melewati rombongan pawai obor, ternyata 1 km didepannya ada rombongan pawai obor dari pesantren yang berbeda. Pegelnya luar biasa, mana harus kembaliin tenda sewaan ke rumahnya si Ken dan pasti pegel banget yang dirasain si Iren pas duduk di boncengan pas kena macet. Dan yang kuingat dari sini adalah jangan berpergian ke puncak di malam tanggal 1 Muharram.


Suatu saat aku pasti balik kesana kalau memang garis waktunya aku harus berada disana. Dari aku yang kangen puncak mandalawangi pengalaman audiovisual suara langkah kaki, kicauan burung, suara ranting patah, uap air dari nafas dan terlebih aku pakai kacamata sekarang, mungkin ada pengalaman lain berkaitan dengan visual nanti. 
Untuk Mandalawangi, Hati-Hati di Jalan. Aku akan kembali jika memang sudah waktunya.

















Sang Penjaga Istana

Suatu hari cerah ku berkelana
Bersama kedua teman jalan
Berkeliling mencari istana
Agar bisa bermain di taman

Tiba kita di persimpangan
Panorama indah memanjakan mata
Sepakat kita tentukan tujuan
Nyalakan mesin hidupkan senjata

Di ujung jalan bingung melanda
Siapakah gerangan penjaga istana
Kutanya sana kutanya anda
Kemungkinan tempat beliau dimana

Petunjuk dapat ku bergegas pergi
Ternyata beliau sedang diladang
Mengambil rumput sedari pagi
Untuk kambing lapar di dalam kandang

Bergegas kitapun menghampiri
Memberi salam dan berkenalan
Sedikit cerita sambil berdiri
Tibalah saat menyampaikan tujuan

Kami hendak meminjam kunci 
Untuk masuk mencari taman
Tempat ini indah dan masih suci
Jagalah selalu dan pastikan aman

Hai sang penjaga istana
Dirimu sungguh baik sekali
Bak keluarga jauh disana
Kita  dijamu diantar dibekali

Banyak cerita beliau sampaikan
Dari dulu hingga masa kini
Respon positif yang disampaikan
Satu pesan yang harus diyakini
Jaga sikap, perilaku dan ucapan

Setahun sudah terlewati
Ku kembali ke Istana yang ku nanti
Ternyata penjajah menghampiri
Mengambil hati mengambil jati diri
Sungguh malang nasibmu sang penjaga kini
Atas peraturan yang mengesampingkan nurani

Kini taman tidak bisa dinikmati
Karena orang-orang yang tak punya hati
Istana yang dulu kau hormati
Kini kau lihat perlahan-lahan mati

Sang penjaga istana ayo kita pergi
Mari kita buat istana sendiri
Bertiga kita buat lagi
Sementara untuk menghibur diri