Dibalutkan kain hijau
Dan untaian melati
Menari mengelilingi
Aku yang hanya bisa terbaring
Menutupi mata seolah olah tertidur
Mencoba membuka sebelah mata
Mengagumi sembari seolah tak terima
Dengan sebuah keputusan di secarik kertas
Di depan stasiun tua
Terlihat gedung putih
Dia menari dengan luwesnya
Kain panjang menyentuh lantai
Gemericik menyentuh lantai
Mengenai ujung kaki membuat ku bangun
Tiba-tiba tarian terhenti
Meninggalkan kayu berbentuk spiral
Dengan lekukan di setiap ujungnya
Kemudian ku mencari kemana
Ku bergegas pergi
Mengisi energi membangunkan seseorang
Dengan balutan kain biru
Yang baru ku sadar
5 jam melindungiku
Dari derasnya hujan di peron kereta
Melepaskan seluruh ingatan yang tersisa
Berubah menjadi guguran bunga yang beterbangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir, sematkan komentar jika berkenan. Have a nice day!