Di tempat lain timbul bencana
Dengan optimis ku tetap berdoa
Agar air turun menjadi berkat
Tak terasa tubuh ini lelah
Kerap kali merenung tidak menyerah
Melawan ragu di persimpangan arah
Berharap malam menjadi cerah
Seketika tubuh terlelap
Seolah mengajak rehat sejenak
Dari persoalan yang tak berujung
Menyaksikan bunga tidur, tak berdaya
Banyak hal yang terjadi
Dinding pemisah ku hancurkan
Di balik tembok tampak sosok yang kukenal
Membersihkan luka, sambil bercerita
Sekejap memeluk berkata maaf
Apa harapmu saat ini? Katanya
Ku jawab semua penuh keyakinan
Pelukan semakin erat menguatkan
Di tengah keraguan malam
Hadirnya seolah menjawab
Memang raga tak dapat diraih
Munajatnya ada sepanjang masa
Bunga tidur kemudian pergi
Mengawali hari, luka perlahan pulih
Dengan rindu sebagai obatnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir, sematkan komentar jika berkenan. Have a nice day!