Waktu berlalu hingga Abram kecil sudah bersekolah di taman kanak-kanak. Anak anak di masa ini sangat aktif dan ceria. Rasa ingin tau akan segala hal pun sangat besar. Terlihat ketika dia bertanya, mengapa ikan tidak tidur, bagaimana cara semut berbicara, atau apa yang terjadi ketika matahari tidak ada. Ketika dia di tanya oleh ibu guru apa cita-citanya, lantas ia menjawab "menjadi pilot bu". Semua teman-teman dan ibu guru pun mengemangatinya. Abram kecil menjadi idola karena kecerdasannya
di atas rata-rata. Mungkin akibat dia sering sekali berbicara tentang segala hal dengan kakeknya.
Kakek Abram menjadi sosok seorang " ayah" bagi Abram kecil. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Saat Abram akan masuk sekolah dasar, kakek dia satu satunya yang selalu menemani masa kecilnya harus berpulang terlebih dahulu. Duka yang sangat mendalam diterimanya saat itu.
Ibunya saat itu sedang menjalani dinas ke Taiwan. Mengurus kasus TKI yang akan di eksekusi bersama rekan kantornya di Kemenlu. Mendengar kabar tersebut, dia memutuskan pulang. Satu hal yang dipikirkannya sekarang, bagaimana keadaan anakku sekarang.
Kakeknya mengalami serangan jantung. Setelah ia dan cucunya menyelamatkan diri dari kepulan asap kebakaran. Kedai makanan di samping rumahnya terbakar dan menyebabkan sebagian rumahnya ikut terbakar.
Abram tinggal sementara dengan ibu guru tk tempat ia belajar yang rumahnya tidak jauh dari rumahnya. Ia tinggal disana sembari menunggu kepulangan ibunya. Mengingat di tempat ia tinggal tidak ada satupun keluarganya disana. Dalam hati Abram berharap "ibu cepatlah pulang".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir, sematkan komentar jika berkenan. Have a nice day!